SAMBAS, JEJARING KALBAR – Pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan menjadi salah satu peluang bagi masyarakat Kabupaten Sambas untuk meningkatkan nilai ekonomi produk perikanan sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Kepala Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (PPKH) Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya, menyampaikan bahwa pengolahan hasil perikanan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
“Pengolahan hasil perikanan memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka kesempatan usaha bagi masyarakat. Karena itu, potensi yang ada perlu dimanfaatkan dengan memperhatikan kualitas produk dan kebutuhan pasar,” ujarnya.
Berbagai produk dapat dikembangkan melalui pengolahan hasil tangkapan, di antaranya ikan asin, ikan salai, kerupuk ikan, serta aneka produk olahan lainnya. Pengolahan tersebut memungkinkan hasil perikanan memiliki daya simpan lebih panjang dibandingkan ikan segar, bergantung pada metode pengolahan dan penyimpanannya.
Selain ketersediaan bahan baku, keberhasilan usaha pengolahan hasil perikanan juga dipengaruhi oleh biaya produksi, kebersihan proses pengolahan, kualitas kemasan, dan strategi pemasaran. Faktor-faktor tersebut perlu diperhatikan agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan konsumen.
Pelaku usaha juga perlu menjaga mutu bahan baku serta menerapkan proses pengolahan yang higienis. Dengan demikian, produk yang dihasilkan diharapkan memiliki kualitas yang baik dan dapat dipasarkan secara berkelanjutan.
Pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya usaha produktif masyarakat serta memperkuat perekonomian daerah yang memiliki potensi sumber daya perikanan.
Dukungan pembinaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha juga menjadi aspek penting dalam pengembangan sektor tersebut. Melalui pengelolaan yang tepat, hasil perikanan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. ***











