SAMBAS, JEJARING KALBAR – Pengembangan usaha peternakan rakyat berpotensi menjadi salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat Kabupaten Sambas. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, peternakan juga dapat dikembangkan sebagai usaha produktif dengan menyesuaikan kemampuan keluarga dan potensi wilayah.
Kepala Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (PPKH) Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya, mengatakan pengembangan peternakan perlu didukung pengelolaan yang baik agar usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Usaha peternakan memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai potensi dan kemampuan masyarakat. Namun, peternak perlu memperhatikan pemeliharaan, ketersediaan pakan, kesehatan hewan, serta perencanaan biaya agar usaha yang dijalankan dapat memberikan hasil yang optimal,” ujarnya.
Jenis ternak yang dipelihara masyarakat dapat beragam, bergantung pada ketersediaan lahan, modal, pakan, serta kebutuhan pasar. Karena itu, pemilihan jenis usaha perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kemampuan peternak dalam melakukan pemeliharaan.
Pengelolaan usaha peternakan juga membutuhkan perencanaan, mulai dari pengadaan bibit, penyediaan pakan, pemeliharaan kesehatan hewan hingga penentuan waktu penjualan. Perencanaan tersebut dapat membantu peternak memperkirakan biaya sekaligus mengantisipasi risiko selama menjalankan usaha.
Ketersediaan pakan dan kondisi kandang menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Pemenuhan kebutuhan pakan serta lingkungan pemeliharaan yang sesuai dapat membantu menjaga kesehatan dan mendukung pertumbuhan ternak.
Selain itu, akses terhadap informasi teknis dan layanan kesehatan hewan dapat membantu peternak mengenali serta mengantisipasi berbagai masalah selama pemeliharaan. Dukungan yang diperlukan perlu disesuaikan dengan jenis ternak dan skala usaha yang dijalankan masyarakat.











