Dinas PPKH Sambas

Hendy Wijaya Ingatkan Pembudidaya Ikan Kelola Biaya Produksi

×

Hendy Wijaya Ingatkan Pembudidaya Ikan Kelola Biaya Produksi

Sebarkan artikel ini
Foto kolam ikan lele/Sumber Internet
Foto kolam ikan lele/Sumber Internet

SAMBAS, JEJARING KALBAR – Pengendalian biaya produksi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha budidaya ikan di Kabupaten Sambas. Pembudidaya perlu mengatur pengeluaran secara cermat, mulai dari pembelian benih, pakan, pemeliharaan sarana, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Kepala Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (PPKH) Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya, menyampaikan bahwa pengelolaan biaya yang baik diperlukan agar kegiatan budidaya dapat berjalan secara efisien dan memberikan hasil yang optimal.

“Dalam usaha budidaya ikan, pembudidaya perlu memperhatikan keseimbangan antara biaya produksi dan hasil yang diperoleh. Perencanaan yang matang serta pengelolaan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko kerugian dan menjaga keberlanjutan usaha,” ujarnya.

Salah satu komponen biaya yang perlu diperhatikan adalah pakan. Pemberiannya harus disesuaikan dengan jenis, ukuran, jumlah ikan, serta kondisi pemeliharaan agar penggunaannya lebih efisien dan tidak berlebihan.

Selain itu, pembudidaya perlu memantau pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan selama masa pemeliharaan. Pencatatan jumlah benih yang ditebar, penggunaan pakan, kematian ikan, dan hasil panen dapat membantu mengevaluasi kegiatan produksi.

Kualitas air juga menjadi faktor yang memengaruhi keberhasilan budidaya. Kondisi air yang tidak sesuai dapat menghambat pertumbuhan ikan dan meningkatkan risiko kematian sehingga pemantauan serta pemeliharaan lingkungan budidaya perlu dilakukan secara rutin.

Perhitungan biaya sebaiknya dilakukan sejak persiapan hingga panen. Dengan mencatat seluruh pengeluaran dan membandingkannya dengan pendapatan, pembudidaya dapat mengetahui efisiensi usaha serta menentukan aspek yang perlu diperbaiki pada siklus produksi berikutnya.

Melalui pengelolaan biaya yang terencana, pembudidaya diharapkan dapat menjalankan usaha secara lebih terukur. Langkah ini juga dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha budidaya ikan yang berkelanjutan dan memanfaatkan potensi perikanan di Kabupaten Sambas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *