SAMBAS, JEJARING KALBAR – Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas mulai mengintensifkan sosialisasi tata cara pemotongan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sosialisasi dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai kaidah kesehatan hewan dan syariat Islam.
Kepala Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya, mengatakan masyarakat perlu memperhatikan standar pemotongan dan penanganan daging kurban agar tetap aman dikonsumsi.
Menurut Hendy, pemilihan hewan kurban menjadi tahap penting yang harus diperhatikan panitia maupun masyarakat sebelum proses penyembelihan dilakukan. Hewan yang dipilih harus sehat, cukup umur, serta memiliki surat keterangan kesehatan hewan dari petugas berwenang.
“Pemotongan hewan kurban harus memperhatikan prinsip Aman, Sehat, Utuh dan Halal atau ASUH. Mulai dari pemilihan hewan, proses penyembelihan hingga distribusi daging harus benar-benar diperhatikan,” ujar Hendy, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, hewan kurban yang sehat ditandai dengan nafsu makan baik, mata bersih, tidak terdapat luka, serta kondisi tubuh yang normal. Selain itu, hewan juga diutamakan berjenis kelamin jantan dan telah memasuki usia cukup sesuai ketentuan syariat.
Hendy menambahkan, panitia kurban juga diimbau memperhatikan kesejahteraan hewan selama proses penampungan dan penyembelihan. Hewan tidak boleh diperlakukan kasar, diseret, maupun disembelih di hadapan hewan lainnya.
“Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas juga akan melakukan pengawasan di sejumlah lokasi pemotongan hewan kurban guna memastikan masyarakat memperoleh daging kurban yang aman dan layak konsumsi,” pungkasnya. ****












