SAMBAS, JEJARING KALBAR – Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas mengingatkan panitia kurban agar memperhatikan kebersihan dalam penanganan dan pengemasan daging kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya, mengatakan penanganan daging yang tidak higienis berpotensi menurunkan kualitas daging dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Menurut Hendy, lokasi pencacahan dan pengemasan daging harus berada di tempat bersih serta mudah dibersihkan. Panitia juga dilarang makan, minum, maupun merokok di area penanganan daging kurban.
“Penanganan daging dan jeroan harus dipisahkan. Kemasan daging juga harus menggunakan plastik yang bersih agar kualitas daging tetap terjaga saat dibagikan kepada masyarakat,” kata Hendy, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, daging kurban sebaiknya tidak diletakkan langsung di atas tanah dan harus menggunakan alas atau wadah yang mudah dicuci. Selain itu, penggunaan talenan berbahan kayu juga tidak dianjurkan karena berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Hendy juga mengingatkan agar daging kurban tidak disimpan terlalu lama tanpa pendingin. Menurutnya, daging yang tidak menggunakan fasilitas pendingin maksimal hanya boleh disimpan selama empat jam sebelum segera dibagikan kepada penerima.
Selain pengemasan, kebersihan petugas pemotongan juga menjadi perhatian utama. Petugas diminta selalu menjaga kebersihan diri selama proses penanganan daging berlangsung untuk mencegah kontaminasi.
Hendy Wijaya mengatakan, pihaknya berharap seluruh panitia kurban dapat menerapkan standar kebersihan tersebut sehingga masyarakat memperoleh daging kurban yang sehat, aman, dan layak konsumsi. ***












