SAMBAS, JEJARING KALBAR – Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., meninjau langsung kondisi jembatan yang rusak akibat diterjang arus deras di Dusun Elok Asam, Desa Tebuah Elok, Kecamatan Subah, Jumat (8/5/2026). Jembatan tersebut mengalami kemiringan dan terancam ambruk setelah dihantam banjir yang membawa material kayu dan pepohonan.
Dalam peninjauan itu, Bupati Satono didampingi Dandim 1208/Sambas serta tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Mereka melihat langsung kondisi struktur jembatan yang sudah tidak stabil dan berpotensi membahayakan warga yang melintas.
Jembatan yang rusak diketahui merupakan Jembatan Berkemajuan, yang dibangun pada 2021 oleh Tim Sosial Bakmie Loncat. Selama ini, jembatan tersebut menjadi akses utama masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas harian.
“Jembatan ini merupakan akses vital masyarakat. Kondisinya saat ini hampir ambruk akibat derasnya arus sungai,” ujar Bupati Satono.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sambas akan mengupayakan pembangunan kembali jembatan tersebut agar aktivitas warga tidak terganggu. Menurutnya, langkah cepat perlu dilakukan untuk mencegah isolasi wilayah.
“Pemda Sambas akan mengusahakan pembangunan ulang jembatan ini supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan aman,” katanya.
Bupati Satono menyebutkan, pihaknya akan terlebih dahulu mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Namun, apabila belum terealisasi, pembangunan akan dilakukan secara gotong royong bersama TNI dan masyarakat.
“Jika anggaran pusat belum tersedia, kami bersama TNI dan masyarakat siap membangun kembali jembatan ini. Yang penting akses warga tidak terputus,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya pengaturan tonase kendaraan saat jembatan kembali dibangun agar daya tahan konstruksi dapat lebih lama.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi jembatan serta bersabar menunggu proses penanganan yang akan segera dilakukan. *** (Rudi)












