SAMBAS, JEJARING KALBAR – Menatap Pemilu 2029, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sambas sudah “curi start” dengan menyasar kalangan anak muda guna meningkatkan partisipasi pemilih.
Upaya tersebut dilakukan melalui diskusi politik yang digelar organisasi sayap partai, Taruna Merah Putih (TMP), di Rumbi Cafe, Sambas, Minggu (26/4/2026). Kegiatan bertajuk “Cool Politics: Membentuk Politik yang Lebih Relevan” itu diikuti mahasiswa, organisasi kampus, pegiat media sosial, NGO, perwakilan Kesbangpol, hingga media massa.
Ketua DPC PDIP Sambas, Ferdinan Syolihin, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendorong generasi muda agar lebih peduli terhadap politik dan tidak apatis terhadap pemilu.
“Bukan mengajak semua masuk partai, tapi kami ingin anak muda sadar bahwa politik itu penting dalam kehidupan sehari-hari. Jika kesadaran itu tumbuh, partisipasi pemilih akan meningkat,” ujarnya.
Ia menyebut kegiatan tersebut dilatarbelakangi rendahnya tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 di Kabupaten Sambas yang hanya mencapai 64,69 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT). Artinya, sekitar 161 ribu pemilih tidak menggunakan hak pilihnya.
Diskusi tersebut menghadirkan Ketua Taruna Merah Putih Kalimantan Barat, Melki Sedek Huang, yang dikenal sebagai aktivis muda dalam aksi penolakan wacana perpanjangan masa jabatan presiden.
Ketua TMP Sambas, Henry, mengatakan kegiatan sengaja dikemas santai agar lebih menarik minat anak muda.
“Lebih dari 60 peserta hadir, sebagian besar mahasiswa. Selama diskusi mereka aktif bertanya terkait strategi dan pengalaman politik narasumber,” katanya.
Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan bentuk kampanye dini, melainkan upaya edukasi politik agar generasi muda lebih aktif berpartisipasi dalam pemilu mendatang.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sambas, Edy, mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, pendidikan politik tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri tanpa dukungan partai politik dan berbagai pihak.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mampu meningkatkan kesadaran politik masyarakat, khususnya generasi muda,” pungkasnya. *** (Yak)












