Sambas

Eksportir Muda Selakau, Sukses Kirim 24 Ton Ikan Layur Hasil Laut Sambas ke RRC

×

Eksportir Muda Selakau, Sukses Kirim 24 Ton Ikan Layur Hasil Laut Sambas ke RRC

Sebarkan artikel ini
Ruli Yananda kirim 24 ton ikan layur ke RRC
Ruli Yananda kirim 24 ton ikan layur ke RRC.

SAMBAS, JEJARING KALBAR – Seorang eksportir muda asal Selakau, Kabupaten Sambas, Ruli Yananda (25), mencatat rekor dengan mengirim 24 ton ikan layur ke Tiongkok pada Senin, 4 Mei 2026. Komoditas laut bernilai tinggi itu dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan di Kecamatan Paloh, wilayah pesisir utara Sambas yang dikenal kaya sumber daya perikanan.

Ruli menjelaskan, ikan layur atau dalam istilah ilmiah dikenal sebagai Trichiuridae, oleh masyarakat lokal Sambas juga disebut ikan bayur. Ia menegaskan, kualitas ikan layur dari perairan Paloh memiliki keunggulan tersendiri dibanding daerah lain di Kalimantan, sehingga mampu memenuhi standar ekspor internasional.

“Ikan layur yang kita ekspor hari ini adalah hasil sumber daya alam yang ada di Kabupaten Sambas. Di Kalimantan, kualitas terbaik memang dari Paloh. Ada di daerah lain, tapi jumlahnya sedikit dan belum memenuhi kriteria ekspor,” ujarnya.

Permintaan tinggi dari pasar Tiongkok bukan tanpa alasan. Dalam tradisi kuliner masyarakat Tiongkok, ikan layur termasuk bahan pangan yang cukup populer, terutama karena teksturnya lembut, duri yang relatif mudah dipisahkan, serta kandungan protein dan omega-3 yang tinggi. Ikan ini sering diolah menjadi hidangan tumis, goreng kering, hingga bahan sup khas pesisir.

Selain faktor rasa dan gizi, ikan layur juga memiliki nilai simbolik dalam budaya Tiongkok. Bentuknya yang panjang menyerupai pita dianggap melambangkan keberuntungan dan kelimpahan rezeki. Karena itu, permintaan biasanya meningkat pada momen tertentu seperti perayaan keluarga maupun festival tradisional.

Keberhasilan ekspor ini turut memberi dampak positif bagi nelayan lokal di Paloh. Dengan adanya akses pasar internasional, harga jual ikan menjadi lebih stabil dan cenderung meningkat, sehingga mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut.

Ruli berharap, keberlanjutan ekspor ikan layur dari Sambas dapat terus terjaga dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku usaha perikanan. Ia juga optimistis potensi laut Sambas masih sangat besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor unggulan yang mampu bersaing di pasar global. *** (Yak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *