Sambas

7 Koperasi Petani di Tebas Dapat Pelatihan, Go Digital dan Perkuat Manajemen Keuangan

×

7 Koperasi Petani di Tebas Dapat Pelatihan, Go Digital dan Perkuat Manajemen Keuangan

Sebarkan artikel ini
Suasana pelatihan manajemen keuangan koperasi di BPP Kecamatan Tebas, Kamis 23 April 2026.
Suasana pelatihan manajemen keuangan koperasi di BPP Kecamatan Tebas, Kamis 23 April 2026.

SAMBAS, JEJARING KALBAR – Upaya mendorong koperasi petani agar lebih modern dan berdaya saing terus dilakukan. Sebanyak tujuh koperasi petani di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, mendapat pelatihan pengelolaan dan manajemen keuangan sekaligus penguatan pemasaran digital.

Pelatihan yang dilaksanakan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Barat ini berlangsung selama dua hari, 22–23 April 2026, di BPP Kecamatan Tebas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program ICARE yang dijalankan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk memperkuat kelembagaan ekonomi petani.

Tujuh koperasi yang mengikuti kegiatan ini yakni Koperasi Tebas Gemilang Jaya, Koperasi Segarau Bangun Tani, Koperasi Sungai Kelambu Sejahtera, Koperasi Tebas Mekar Bersatu, Koperasi Sejiram Jaya Bersama, Koperasi Agrotani Milenial Tebas, dan Koperasi Sinar Pangkalan Berkah Kecamatan Tebas.

Pelatihan ini tidak hanya berisi materi teori, tetapi juga praktik langsung. Peserta diajarkan menyusun laporan keuangan koperasi secara sistematis melalui aplikasi digital, sekaligus memahami prinsip manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel.

Selain itu, peserta juga dilatih membuat toko online di platform Tokopedia agar produk koperasi dapat dipasarkan lebih luas dan menjangkau pasar digital.

Narasumber kegiatan, Hendry Kalis, S.E., M.Ak, dari Langkibo (Konsultan Manajemen Berbasis IT) dalam materinya menyampaikan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan koperasi modern, termasuk penggunaan aplikasi pelaporan keuangan dan digitalisasi pemasaran.

Sementara itu, Ketua Koperasi Sungai Kelambu Sejahtera, Uray Muriana, mengaku pelatihan ini memberikan kemudahan dalam memahami sistem digital yang sebelumnya dianggap rumit.

“Dua tahun lalu kami menggunakan aplikasi dari kementerian yang agak membingungkan. Sekarang dengan aplikasi KOLABORASI jauh lebih mudah. Dengan Tokopedia, kami akan mencoba memasarkan produk turunan seperti putu rateh, beras merah, dan benih padi unggul bersertifikat,” ujarnya.

Selama pelatihan, peserta juga diberikan ruang diskusi dan tanya jawab untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan koperasi, mulai dari pengelolaan keuangan hingga pemasaran produk.

Sementara itu, Sution, S.P., M.P., mewakili dari BRMP menyebut pelatihan ini merupakan bagian dari pendampingan intensif terhadap koperasi dalam program ICARE.

“Ada tujuh koperasi yang didampingi, dan kami juga melibatkan tenaga fasilitator yang turun langsung ke lapangan agar koperasi bisa berjalan dengan baik. Pelatihan seperti ini sangat diperlukan,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa program tersebut didukung oleh pendanaan internasional melalui pemerintah.

“Dana ini dari Bank Dunia kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia, sehingga ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koperasi petani secara berkelanjutan,” jelasnya.

Dengan berakhirnya pelatihan ini kata Sution, koperasi petani diharapkan tidak hanya tertib secara administrasi dan keuangan, tetapi juga mampu memperluas pasar melalui digitalisasi, sehingga mendorong peningkatan nilai tambah produk dan kesejahteraan anggota. *** (Yak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *