SAMBAS, JEJARING KALBAR – Pemetaan potensi wilayah menjadi salah satu aspek penting dalam perencanaan pembangunan sektor perikanan, peternakan, dan kesehatan hewan di Kabupaten Sambas. Informasi mengenai karakteristik wilayah dapat membantu pemerintah menyusun prioritas program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lapangan.
Sekretaris Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (PPKH) Kabupaten Sambas, Junihardy, mengatakan perencanaan program perlu mempertimbangkan potensi sumber daya sekaligus kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan usaha.
“Setiap wilayah memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pemetaan potensi perlu didukung data yang akurat agar perencanaan program dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Kabupaten Sambas memiliki wilayah dengan karakteristik beragam, mulai dari kawasan pesisir, daerah aliran sungai, hingga kawasan pedesaan. Perbedaan kondisi tersebut dapat memengaruhi jenis usaha yang berkembang, ketersediaan sumber daya, serta kebutuhan pendampingan bagi pelaku usaha perikanan dan peternakan.
Dalam sektor perikanan, pemetaan potensi dapat mencakup lokasi penangkapan ikan, kegiatan budidaya, hingga pengolahan hasil perikanan. Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memahami kebutuhan nelayan, pembudidaya, dan pelaku usaha pengolahan.
Sementara itu, pada sektor peternakan, pemetaan dapat memperhatikan persebaran populasi ternak, ketersediaan pakan, serta kebutuhan pelayanan kesehatan hewan. Data tersebut membantu memberikan gambaran mengenai kondisi usaha peternakan dan dukungan yang diperlukan masyarakat.
Pemetaan juga perlu mempertimbangkan kendala yang dihadapi pelaku usaha, seperti keterbatasan sarana produksi, akses pemasaran, dan kondisi infrastruktur pendukung. Dengan memperhatikan potensi sekaligus hambatan, penyusunan prioritas program dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
Agar tetap relevan, data pemetaan perlu diperbarui dan diverifikasi secara berkala. Informasi yang sesuai dengan kondisi lapangan dapat menjadi salah satu dasar evaluasi dan penyusunan program pengembangan sektor perikanan, peternakan, serta kesehatan hewan di Kabupaten Sambas.











