PONTIANAK, JEJARING KALBAR – Taruna Merah Putih (TMP) Kalimantan Barat melakukan aksi nyata membantu masyarakat dan tim di lapangan yang terdampak serta terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kemarau panjang.
Melalui program TMP Care, TMP menyiapkan 160.000 liter air bersih untuk disalurkan secara gratis kepada masyarakat di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan wilayah sekitarnya. Di saat yang sama, TMP juga memberikan bantuan perlengkapan pemadaman kepada Tim Redam Karhutla yang selama kurang lebih dua bulan aktif berjibaku memadamkan api di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Ketua TMP Kalbar, Melki Sedek Huang mengatakan, bantuan air bersih diberikan sebagai respons terhadap kesulitan masyarakat mendapatkan air akibat kemarau panjang.
“Kami melihat banyak sekali anak-anak muda dan warga Pontianak yang sudah mengeluh setiap harinya karena kondisi krisis air bersih ini. Di TikTok, Threads, Instagram, semua warga Pontianak dan sekitarnya terus mencari air bersih. Maka dari itu Taruna Merah Putih akhirnya memberikan bantuan 160.000 liter air bersih ini,” ujar Melki.
Menurut Melki, penyaluran air bersih telah dilakukan secara bertahap. Dalam dua hari, sebanyak 64.000 liter air telah disalurkan ke sejumlah wilayah, di antaranya Pontianak Utara, Pontianak Timur dan Pontianak Barat.
“Dua hari ini kami sudah membagikan 64.000 liter air bersih di Pontianak Utara, Pontianak Timur, dan Pontianak Barat. Kemarau panjang ini diprediksi berlangsung sampai akhir September, sehingga kami akan terus keliling ke berbagai titik lainnya melakukan penyaluran sampai kondisi kembali normal,” katanya.
Selain membantu kebutuhan dasar masyarakat, TMP juga memberikan dukungan langsung kepada Tim Redam Karhutla berupa perlengkapan pemadaman. Bantuan tersebut digagas Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih, Pinka Haprani, dan disalurkan di Kalimantan Barat oleh Melki Sedek Huang.
Bantuan perlengkapan diberikan setelah TMP melihat kondisi peralatan yang digunakan Tim Redam selama menjalankan tugas. Intensitas pemadaman selama kurang lebih dua bulan membuat sejumlah perlengkapan mengalami kerusakan dan membutuhkan penggantian maupun penambahan.
Pinka Haprani mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada para personel yang berada langsung di garis depan penanganan karhutla.
“Kami melihat bagaimana teman-teman Tim Redam terus berada di lapangan selama berbulan-bulan untuk membantu memadamkan api. Tentu perlengkapan yang digunakan juga mengalami kerusakan karena intensitas pekerjaan yang sangat tinggi,” ujar Pinka.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan peralatan sekaligus menunjang keselamatan Tim Redam selama berada di lapangan.
Melki mengatakan, perjuangan Tim Redam menghadapi panas, asap dan medan yang sulit selama dua bulan perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Dua bulan bukan waktu yang sebentar. Mereka terus turun ke lapangan, menghadapi panas, asap dan medan yang tidak mudah untuk memadamkan api. Ketika peralatan mereka mulai rusak, tentu kita harus ikut membantu,” kata Melki.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan air bersih akan terus dilakukan dengan melihat perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Distribusi menyasar warga di Pontianak, Kubu Raya dan wilayah sekitarnya yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. ***













