JEJARING KALBAR – Ketua Lembaga Kajian Pembangunan Indonesia Anak Negeri, Maman Suratman, mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan gotong royong.
Menurut Maman, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan seluruh rakyat yang telah melahirkan negara berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Karena itu, semangat kebangsaan harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Ia mengatakan, masih adanya berbagai tantangan pembangunan di sejumlah daerah hendaknya menjadi motivasi untuk terus bekerja sama membangun bangsa melalui jalur yang konstitusional.
“Masih adanya kekurangan dalam pembangunan bukan berarti menjadi alasan untuk memisahkan diri atau membangun negara di dalam negara. Setiap persoalan dapat disampaikan melalui jalur konstitusional, dialog, dan perjuangan bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Maman dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).
Maman menilai kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi. Namun, menurutnya, kritik seharusnya menjadi sarana mendorong perbaikan, sekaligus tetap menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
“Indonesia dibangun oleh keberagaman. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi persatuan dan keutuhan NKRI harus tetap menjadi komitmen bersama,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan HUT RI sebagai pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui semangat gotong royong, kepedulian, dan partisipasi dalam pembangunan.
“Merayakan kemerdekaan bukan berarti melupakan kekurangan yang ada, tetapi menjadi pengingat bahwa kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memperbaiki bangsa ini,” tutupnya. *** (Rilis)












