SAMBAS, JEJARING KALBAR – Capaian vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Sambas hingga pertengahan Mei 2026 masih tertinggal dibanding sejumlah daerah terdekat di Kalimantan Barat, Rabu 13 Mei 2026.
Berdasarkan laporan pengendalian dan penanggulangan PMK Provinsi Kalbar per 13 Mei 2026, realisasi vaksinasi PMK di Sambas baru mencapai 400 dosis atau 50 persen dari target 800 dosis.
Angka tersebut masih berada di bawah capaian Kota Singkawang yang telah merealisasikan 500 dosis vaksin atau 50 persen dari target 1.000 dosis, serta jauh tertinggal dari Bengkayang yang capaian vaksinasinya sudah menembus sekitar 100 persen dari target 1.000 dosis.
Sekretaris Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Junihardy mengatakan petugas masih terus bergerak di lapangan untuk meningkatkan capaian vaksinasi PMK.
“Kami masih terus mengejar target vaksinasi PMK agar perlindungan terhadap hewan ternak semakin maksimal,” ujarnya.
Ia mengatakan, vaksinasi penting dilakukan untuk mencegah masuk dan menyebarnya virus PMK di Kabupaten Sambas, terutama menjelang Iduladha yang biasanya diikuti meningkatnya mobilitas ternak.
Meski capaian vaksinasi masih 50 persen, Junihardy memastikan hingga saat ini Kabupaten Sambas masih bebas dari kasus PMK atau zero kasus.
Menurutnya, petugas lapangan juga terus memberikan edukasi kepada peternak agar aktif mengikuti vaksinasi serta segera melapor jika menemukan gejala PMK pada ternak.
Diketahui, seluruh vaksin PMK untuk Kabupaten Sambas sebanyak 800 dosis telah didistribusikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sejak 4 Februari 2026. ***












