SAMBAS, JEJARING KALBAR – Sebanyak 15 siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalbar diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sambas, Dzaky Brayogi mengatakan seluruh siswa yang terdampak sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Selakau.
“Data terakhir yang kami terima ada 15 anak terdampak dan semuanya sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas Selakau,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 siswa telah dipulangkan lebih awal karena kondisi kesehatannya membaik. Sementara satu siswa lainnya masih menjalani perawatan dan observasi medis.
Menurut informasi dari petugas medis, siswa tersebut masih dirawat karena mengalami kendala saat diberikan obat oral sehingga penanganan dilakukan melalui infus.
Dzaky mengatakan, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam proses investigasi oleh pihak terkait. Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa juga telah diamankan untuk diperiksa di laboratorium.
“Untuk penyebabnya masih kita telusuri dan investigasi. Sampel makanan sudah diamankan pihak puskesmas dan rencananya akan didorong ke BPOM provinsi untuk pemeriksaan mikroorganisme,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah pihak telah turun langsung menangani kejadian tersebut, di antaranya Korwil SPPG Kabupaten Sambas, Dinas Kesehatan, Loka POM, serta Puskesmas Selakau.
Dzaky menegaskan, apabila hasil investigasi nantinya menemukan adanya kelalaian dari pengelola SPPG Sambas Selakau Sungai Nyirih, pihaknya akan melaporkan hal tersebut kepada pimpinan untuk diberikan tindakan tegas.
“Kalau nanti terbukti ada kelalaian dari pengelola dapur SPPG Selakau Sungai Nyirih tentu akan kami laporkan ke pimpinan dan diberikan tindakan tegas,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan awal di lapangan, dugaan sementara keracunan mengarah pada olahan ayam dalam menu MBG yang disebut sudah berlendir. Namun, kepastian penyebab masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. *** (Yak)












