Sambas

Henry Desak PLN Transparan dan Berikan Kompensasi atas Pemadaman Listrik

×

Henry Desak PLN Transparan dan Berikan Kompensasi atas Pemadaman Listrik

Sebarkan artikel ini
Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Sambas, Henry/***
Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Sambas, Henry/***

SAMBAS, JEJARING KALBAR – Ketua Taruna Merah Putih Kabupaten Sambas, Henry, mendesak PLN segera menjelaskan secara terbuka penyebab pemadaman listrik yang terjadi berulang kali di Kabupaten Sambas. Ia juga menuntut PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan yang dirugikan akibat terganggunya pasokan listrik.

Menurut Henry, pemadaman yang terus berulang telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Pelaku usaha mengalami penurunan pendapatan karena aktivitas produksi dan pelayanan terganggu, sementara masyarakat kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ia mengatakan, dampak pemadaman juga dirasakan sektor pelayanan publik, termasuk kesehatan dan pendidikan. Kondisi semakin berat ketika listrik padam pada malam hari di tengah cuaca panas, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil.

Henry meminta Pemerintah Kabupaten Sambas bersama instansi terkait segera berkoordinasi dengan PLN untuk mencari solusi agar persoalan tersebut tidak terus berulang.

“Masyarakat telah memenuhi kewajibannya sebagai pelanggan, baik prabayar maupun pascabayar. Karena itu, mereka berhak mendapatkan pelayanan listrik yang andal,” tegasnya, Sabtu 4 Juli 2026.

Ia menilai, apabila gangguan pelayanan berlangsung dalam waktu lama hingga menimbulkan kerugian, PLN wajib bertanggung jawab dengan memberikan kompensasi kepada pelanggan.

Henry mengaku banyak menerima keluhan dari masyarakat. Menurutnya, warga mempertanyakan mengapa pelanggan dikenai sanksi jika terlambat membayar tagihan listrik, bahkan hingga pemutusan sambungan, sementara ketika listrik padam dan menyebabkan kerugian, tidak ada kejelasan mengenai kompensasi.

Karena itu, ia mendesak PLN segera menyampaikan penyebab pemadaman secara transparan, memastikan hak-hak pelanggan dipenuhi sesuai ketentuan, serta menjelaskan langkah konkret untuk mencegah gangguan serupa kembali terjadi.

“PLN jangan hanya menyampaikan permintaan maaf. Masyarakat membutuhkan penjelasan yang jujur, transparan, dan kepastian bahwa kejadian seperti ini tidak akan terus berulang. Bekerjalah secara profesional dan segera tuntaskan persoalan ini,” tegas Henry. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *