Mempawah

Pemkab Mempawah Dorong Keluarga Sehat dan PAUD Holistik Integratif pada HARGANAS 2026

×

Pemkab Mempawah Dorong Keluarga Sehat dan PAUD Holistik Integratif pada HARGANAS 2026

Sebarkan artikel ini
Pemkab Mempawah Dorong Keluarga Sehat dan PAUD Holistik Integratif pada HARGANAS 2026
Pemkab Mempawah Dorong Keluarga Sehat dan PAUD Holistik Integratif pada HARGANAS 2026

MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Pemerintah Kabupaten Mempawah mendorong penguatan kualitas keluarga dan optimalisasi pendidikan anak usia dini melalui pendekatan PAUD Holistik Integratif pada kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Ibu dan Balita serta Pelayanan KB Gratis dalam rangka Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Puskesmas Sungai Pinyuh, Rabu (10/6/2026), tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah, El Zuratnam, yang membacakan sambutan Bupati Mempawah.

Dalam sambutan tersebut, Bupati Mempawah menyampaikan bahwa peringatan HARGANAS menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Menurutnya, keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, serta berakhlak mulia.

“Pemerintah Kabupaten Mempawah terus berkomitmen memperkuat pembangunan manusia melalui pendekatan yang terintegrasi mulai dari kesehatan, pendidikan, pengasuhan, perlindungan anak, hingga kesejahteraan keluarga,” kata El Zuratnam.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai layanan bagi masyarakat, di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu dan balita, penyuluhan gizi untuk pencegahan stunting, edukasi dan pelayanan imunisasi, pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis, sosialisasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, serta edukasi mengenai konsep PAUD Holistik Integratif.

Menurutnya, masa usia dini merupakan periode emas perkembangan anak sehingga pemenuhan kebutuhan anak harus dilakukan secara menyeluruh. Karena itu, konsep PAUD Holistik Integratif dinilai penting untuk memastikan anak memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan secara terpadu.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah juga mengajak para orang tua untuk mendukung program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah sebagai pondasi penting sebelum anak memasuki jenjang pendidikan dasar. Anak yang mengikuti pendidikan prasekolah dinilai memiliki kesiapan belajar dan kemampuan bersosialisasi yang lebih baik.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus menjaga kesehatan ibu dan balita melalui pemeriksaan kesehatan rutin, pemenuhan gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 ibu balita tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan keluarga, pencegahan stunting, serta pendidikan anak usia dini sebagai investasi untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. *** (Bung Ranie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *