Sambas

Keberlanjutan Pembangunan Masjid Nurul Huda Semparuk Butuh Partisipasi Masyarakat

×

Keberlanjutan Pembangunan Masjid Nurul Huda Semparuk Butuh Partisipasi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Keberlanjutan Pembangunan Masjid Nurul Huda Semparuk Butuh Partisipasi Masyarakat
Keberlanjutan Pembangunan Masjid Nurul Huda Semparuk Butuh Partisipasi Masyarakat /Rapat pengurus masjid dan masyarakat membahas upaya pengumpulan dana.

SAMBAS, JEJARING KALBAR – Pembangunan Masjid Nurul Huda Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, terus berproses. Untuk menyelesaikan pembangunan tersebut, panitia dan pemangku kebijakan mengajak seluruh lapisan masyarakat turut berpartisipasi melalui program infak jariyah.

Ketua Pembangunan Masjid Nurul Huda, Indro Wiretno, M.Pd., mengatakan masjid tersebut bukan hanya milik jemaah yang berada di sekitar masjid, tetapi merupakan masjid tingkat kecamatan yang menjadi milik dan kebanggaan seluruh umat Islam di Kecamatan Semparuk.

“Pembangunan masjid kecamatan ini tidak hanya membutuhkan partisipasi jemaah sekitar masjid saja, melainkan seluruh umat Islam yang ada di Kecamatan Semparuk khususnya, dan seluruh Kabupaten Sambas serta di mana pun berada,” ujar Indro Wiretno.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat empat item yang menjadi prioritas penyelesaian pembangunan Masjid Nurul Huda. Dari empat kebutuhan tersebut, pemasangan lantai masjid dan pembangunan mihrab imam menjadi yang paling mendesak untuk segera diselesaikan.

Sementara itu, dua item lainnya yang juga menjadi bagian dari penyelesaian pembangunan adalah pemasangan ornamen dinding serta pembuatan interior pada empat tiang masjid.

Untuk memudahkan masyarakat berpartisipasi, infak dapat disalurkan melalui tiga cara, yakni transfer ke rekening resmi masjid, menghubungi pengurus, atau datang langsung ke Masjid Nurul Huda Kecamatan Semparuk.

Rekening Infak:

Bank Kalbar: 8021054357

a.n. MASJID NURUL HUDA SEMPARUK

Sebagai bentuk kemudahan bagi masyarakat, kata Indro Wiretno, panitia membuka program infak 1 meter lantai masjid senilai Rp400.000. Namun, nominal tersebut bukan merupakan batasan dan masyarakat tidak diwajibkan mengikuti nominal tersebut.

“Setiap rupiah yang diinfakkan sangat berarti. Berapa pun nilainya akan kami terima dengan penuh syukur. Insyaallah menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus,” jelas Indro Wiretno.

Ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Indro Wiretno dan segenap panitia berharap pembangunan Masjid Nurul Huda dapat segera diselesaikan melalui dukungan dan gotong royong seluruh masyarakat, sehingga masjid tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan masyarakat Kecamatan Semparuk. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *