KETAPANG, JEJARING KALBAR – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite, memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Ketapang dan beberapa kecamatan dalam beberapa hari terakhir. Warga terpaksa mengantre hingga berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar.
Berdasarkan pantauan pada Selasa (21/7/2026), antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular hingga ke badan jalan sejak pagi. Sejumlah SPBU dipadati masyarakat yang berusaha mendapatkan BBM di tengah terbatasnya pasokan.
Kelangkaan juga dirasakan di tingkat pengecer. Pertalite dilaporkan sulit diperoleh, sementara masyarakat yang membutuhkan BBM terpaksa membeli Pertamax dengan harga berkisar Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter. Persediaannya pun terbatas.
Salah seorang warga, Fais (23), mengaku harus mengantre hampir dua jam di salah satu SPBU di Kota Ketapang untuk mendapatkan Pertalite. Menurutnya, mengantre menjadi satu-satunya pilihan karena harga BBM eceran jauh lebih mahal.
“Saya antre hampir dua jam baru bisa isi. Kalau tidak antre, tidak dapat sama sekali. Mau beli eceran juga mahal sekali,” ujar Fais.
Ia berharap pemerintah bersama pihak terkait segera mengatasi kelangkaan BBM agar distribusi kembali normal dan masyarakat tidak terus mengalami kesulitan.
“Kami minta pemerintah cepat mengatasi ini. Jangan sampai kondisi seperti ini terus berlanjut karena sangat menyulitkan masyarakat kecil,” katanya.
Sementara itu, seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya mengatakan antrean panjang terjadi akibat tingginya permintaan masyarakat yang tidak sebanding dengan pasokan BBM yang diterima.
“Permintaan memang meningkat tajam beberapa hari ini, sedangkan pasokan terbatas. Itu yang membuat antrean menjadi panjang,” ujarnya.
Hingga Selasa siang, antrean masih terlihat di sejumlah SPBU. Masyarakat berharap pasokan BBM segera kembali normal agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terus terganggu. *** (Yoga)












