KETAPANG, JEJARING KALBAR – Bupati Ketapang Alexander Wilyo mendukung penguatan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Ketapang.
Dukungan tersebut disampaikan Alexander saat menerima audiensi pengurus LAZISNU Ketapang didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ketapang di Ruang Kerja Bupati, Rabu (26/8/2026).
Dalam audiensi itu, pengurus LAZISNU menyampaikan sejumlah program yang berhasil diperoleh dari tingkat pusat. Program tersebut meliputi bantuan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bedah atau rehabilitasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), serta pemberian insentif bagi guru.
Alexander mengapresiasi capaian tersebut dan menilai program yang dibawa LAZISNU memiliki potensi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Ketapang tentu sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang telah dicapai LAZISNU Ketapang. Ini merupakan peluang yang baik untuk bersama-sama menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Alexander.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial kemasyarakatan perlu diperkuat agar berbagai program pemberdayaan dapat terlaksana secara optimal dan tepat sasaran.
Alexander menyatakan Pemkab Ketapang terbuka untuk membangun kerja sama dengan LAZISNU sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia berharap program LAZISNU tidak hanya membantu pengembangan UMKM, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan keagamaan serta kesejahteraan guru.
“Yang paling penting adalah bagaimana setiap program yang hadir benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan masyarakat. Karena itu, sinergi dan koordinasi harus terus kita bangun,” katanya.
Alexander juga meminta LAZISNU terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan perangkat daerah terkait dalam pelaksanaan program, terutama dalam pendataan penerima manfaat dan penyaluran bantuan.
Koordinasi tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap program berjalan efektif, transparan dan tepat sasaran.
Dengan penguatan kolaborasi tersebut, potensi zakat, infak, sedekah serta sumber daya sosial lainnya diharapkan dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan untuk memperluas manfaat bagi masyarakat Kabupaten Ketapang. (Yoga)













