Ketapang

Alexander Wilyo Turun Langsung Padamkan Karhutla di Sungai Awan Kanan

×

Alexander Wilyo Turun Langsung Padamkan Karhutla di Sungai Awan Kanan

Sebarkan artikel ini
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo padamkan Karhutla di Sungai Awan Kanan
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo padamkan Karhutla di Sungai Awan Kanan

KETAPANG, JEJARING KALBAR – Bupati Ketapang Alexander Wilyo turun langsung membantu petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Rabu (26/8/2026).

Kebakaran terjadi di kawasan perbatasan Desa Sungai Awan Kanan dengan Desa Tanjungpura. Alexander tidak hanya meninjau kondisi, tetapi turut bergerak bersama petugas dan relawan menuju sejumlah titik api untuk melakukan pemadaman.

Penanganan karhutla melibatkan BPBD Kabupaten Ketapang, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pemerintah Kecamatan Muara Pawan, Pemerintah Desa Sungai Awan Kanan, Polsek Muara Pawan, Manggala Agni, Yonif TP 832 Pawan Asasta, Kodim 1203 Ketapang dan Koramil.

Petugas melakukan penyiraman, pengendalian api hingga penyisiran di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Alexander mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar api tidak meluas.

“Penanganan karhutla ini membutuhkan kerja bersama. Kita harus bergerak cepat dan terkoordinasi agar api tidak semakin meluas,” ujar Alexander.

Menurutnya, kondisi di lapangan cukup berat karena petugas harus bekerja di tengah cuaca panas, kepulan asap dan lahan yang kering. Meski demikian, pemadaman dan pengendalian api terus dilakukan.

Untuk mendukung personel yang berada di lapangan, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa susu murni, minuman elektrolit, vitamin C dan air mineral.

Alexander menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Pencegahan harus dilakukan untuk menghindari munculnya kebakaran baru.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, terlebih saat kondisi cuaca kering.

“Jangan menganggap kecil api yang kita nyalakan, karena kita tidak pernah tahu seberapa jauh dampaknya ketika api kehilangan kendali,” tegasnya.

Alexander menyebut karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan kesehatan akibat asap yang ditimbulkan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian dan bersama-sama mencegah kebakaran.

“Ketapang bukan hanya tempat kita tinggal. Ketapang adalah rumah yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Hingga Rabu sore, penanganan karhutla di kawasan Desa Sungai Awan Kanan hingga perbatasan Desa Tanjungpura masih berlangsung. Petugas dan unsur terkait terus melakukan pemadaman, pendinginan serta penyisiran untuk mencegah api kembali muncul dan meluas. (Yoga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *