KETAPANG, JEJARING KALBAR – Pemerintah Kabupaten Ketapang memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan rangkaian yang berbeda dari tahun sebelumnya. Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), upacara 17 Agustus dirangkaikan dengan pemberian penghargaan desa berprestasi, penyerahan remisi, dan doa bersama untuk para pejuang pemadam, Senin (17/8/2026).
Upacara yang dipimpin Bupati Ketapang Alexander Wilyo itu diikuti Forkopimda, TNI-Polri, pelajar, dan masyarakat. Prosesi pengibaran bendera oleh Paskibraka bersama TNI-Polri berlangsung khidmat.
Usai upacara, Pemkab memberikan penghargaan kepada 4 desa berinovasi. Desa Kalinilam, Kec. Delta Pawan meraih Juara I tingkat kabupaten sekaligus Juara I tingkat Provinsi Kalbar. Posisi kedua ditempati Desa Mekarjaya, Kec. Sungai Melayu Rayak, disusul Desa Baru, Kec. Benua Kayong di posisi ketiga. Desa Rangkung, Kec. Marau mendapat penghargaan kategori prestasi.
Bupati Ketapang menegaskan peran desa sebagai ujung tombak pembangunan harus terus dikuatkan melalui inovasi dan gotong royong.
Rangkaian juga diisi penyerahan SK Remisi kepada narapidana dan anak binaan. Remisi disebut sebagai bagian pembinaan agar warga binaan dapat memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat.
Puncak kegiatan ditutup dengan doa bersama lintas agama. Doa dipanjatkan agar Ketapang segera diguyur hujan dan mengakhiri kemarau panjang.
Doa khusus juga dipanjatkan untuk keselamatan TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, dan relawan yang masih berjuang memadamkan karhutla di lapangan.
“Kemerdekaan harus diisi dengan pengabdian dan kepedulian. Termasuk mendoakan saudara-saudara kita yang sedang berjuang di garis depan,” ujar Bupati Alexander Wilyo. *** (Yoga)













