Ketapang

Kendawangan Jadi Episentrum, Luas Karhutla Ketapang Tembus 12.000 Hektare

×

Kendawangan Jadi Episentrum, Luas Karhutla Ketapang Tembus 12.000 Hektare

Sebarkan artikel ini
Manggala Agni Ketapang, Efendi.
Manggala Agni Ketapang, Efendi.

KETAPANG, JEJARING KALBAR – Kecamatan Kendawangan kini jadi sorotan. Wilayah di ujung selatan Kabupaten Ketapang itu tercatat sebagai salah satu titik dengan konsentrasi hotspot terbanyak, di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah menelan 12.000 hektare hingga Juli 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang, Efendi, menyebut lonjakan luas lahan terbakar terjadi cukup signifikan dalam sebulan terakhir.

“Periode Januari sampai Juni sekitar 8.000-an hektare. Setelah divalidasi di bulan Juli ada penambahan sekitar 4.000 hektare. Sehingga total periode Januari hingga Juli sudah mencapai 12.000 hektare,” ujar Efendi di kantornya, Jumat (14/8/2026) kemarin.

Menurut Efendi, penyebab utama meluasnya karhutla adalah kemarau ekstrem. Ketapang sudah lebih dari sebulan tidak diguyur hujan. Akibatnya kawasan gambut mengering dan menjadi sangat rawan terbakar.

Kondisi ini juga menyulitkan petugas di lapangan karena sulit mendapatkan sumber air saat pemadaman.

“Cuaca jadi kendala terbesar. Gambut kering, air susah. Makanya kita lakukan penyekatan kanal untuk menahan air, biar cadangan tetap ada di titik rawan,” jelasnya.

Untuk mempercepat penanganan, Manggala Agni dan BPBD Ketapang membagi sektor. Manggala Agni memimpin wilayah utara mulai Muara Pawan hingga Matan Hilir Utara. Sementara BPBD menangani wilayah selatan dari Benua Kayong hingga Kendawangan.

Efendi menyebut sinergi dengan TNI, Polri, perusahaan, dan KPH membuat sebagian besar api bisa dipadamkan dalam sehari.

“Secara keseluruhan masih tertangani. Sangat minim kasus yang sampai menginap. Rata-rata selesai dalam satu hari pemadaman,” katanya.

Ia juga menyebut operasi _water bombing_ membantu mempercepat penanggulangan di titik-titik yang sulit dijangkau darat.

Efendi menegaskan, kunci utama meminimalkan dampak karhutla adalah kerja bersama.

“Yang paling penting adalah sinergi. Kalau semua bergerak bersama, penanganan karhutla bisa dilakukan lebih cepat dan dampaknya dapat diminimalkan,” pungkasnya. (Yoga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *