KETAPANG, JEJARING KALBAR – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengerahkan helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang. Permintaan itu disampaikan menyusul kondisi kemarau yang telah berlangsung selama 38 hari tanpa hujan dan menyebabkan kebakaran semakin meluas.
Permintaan tersebut disampaikan Alexander saat menghadiri Rapat Teknis Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Posko Satgas Udara Lanud Supadio, Kamis (6/8/2026) petang.
Alexander mengatakan Ketapang saat ini menjadi daerah dengan periode kemarau terpanjang di Kalimantan Barat. Kondisi tersebut membuat lahan, terutama kawasan gambut, mengering sehingga api mudah menyebar dan sulit dipadamkan.
“Ketapang menjadi daerah dengan periode kemarau terlama di Kalimantan Barat. Sudah 38 hari tidak turun hujan sehingga kondisi lahan sangat kering. Apalagi kebakaran banyak terjadi di lahan gambut yang jauh lebih sulit ditangani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya pemadaman di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan sumber air yang berada jauh dari lokasi kebakaran, sulitnya akses menuju titik api, hingga minimnya sarana dan prasarana pendukung.
Selain meminta pengerahan helikopter water bombing, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga mengusulkan dukungan berupa penambahan peralatan pemadam kebakaran, mobil tangki air, pembangunan sumur bor di kawasan rawan karhutla sebagai sumber air, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca apabila kondisi memungkinkan.
Menurut Alexander, dukungan pemerintah pusat perlu segera direalisasikan agar penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, mengingat potensi kebakaran masih tinggi selama musim kemarau.
Dalam beberapa hari terakhir, karhutla di Kabupaten Ketapang terus menunjukkan peningkatan. Kebakaran dilaporkan telah menewaskan seorang warga, menghanguskan kawasan wisata Bukit Kuri, serta memicu kabut asap yang mulai berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Alexander juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini.
“Pada kesempatan ini saya juga mengajak masyarakat untuk bahu-membahu mencegah kebakaran dan bersama-sama bergotong royong menanggulangi karhutla,” pungkasnya. (Yoga)










