Ketapang

Ketapang Siaga Kekeringan dan Karhutla, Begini Imbauan Bupati Alexander

×

Ketapang Siaga Kekeringan dan Karhutla, Begini Imbauan Bupati Alexander

Sebarkan artikel ini
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo/Dok Istimewa
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo/Dok Istimewa

KETAPANG, JEJARING KALBAR – Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026.

Imbauan itu disampaikan menyusul ditetapkannya status siaga kekeringan dan siaga bencana asap di Kabupaten Ketapang.

Alexander mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026 dan berakhir sekitar Oktober.

“Kabupaten Ketapang saat ini berada dalam status siaga kekeringan dan siaga bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem pada musim kemarau tahun 2026,” ujar Alexander.

Ia mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana dan tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

“Gunakan air secara bijak dan efisien. Selain itu, jangan membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan yang berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai berbagai sumber api, seperti puntung rokok, pembakaran sampah, maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran di tengah cuaca panas dan kering.

Pemerintah Kabupaten Ketapang mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi dan peringatan dini yang disampaikan melalui saluran resmi pemerintah.

Apabila terjadi keadaan darurat, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Ketapang agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Alexander berharap seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan serta memperkuat semangat gotong royong guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. *** (Yoga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *