Ketapang

Stok Bulog Ketapang 2.200 Ton, Prioritaskan 2.300 Ton Bantuan Pangan hingga September

×

Stok Bulog Ketapang 2.200 Ton, Prioritaskan 2.300 Ton Bantuan Pangan hingga September

Sebarkan artikel ini
Pimpinan Bulog Cabang Ketapang, Jarau Matu
Pimpinan Bulog Cabang Ketapang, Jarau Matu

KETAPANG, JEJARING KALBAR – Perum Bulog Kantor Cabang Ketapang memastikan stok beras aman hingga Kamis (20/8/2026). Namun, seluruh stok operasional sekitar 2.200 ton akan diprioritaskan untuk menyalurkan bantuan pangan alokasi Juli-September 2026 yang kebutuhannya mencapai 2.300 ton.

Pemimpin Bulog Cabang Ketapang, Jarau Matu, mengatakan saat ini stok yang tersedia di gudang 1.200 ton dan 1.000 ton lainnya masih dalam perjalanan ke Ketapang.

“Untuk stok Perum Bulog Kantor Cabang Ketapang pada saat ini di posisi 1.200 ton. Dan ada dalam perjalanan sekitar 1.000 ton. Artinya, stok operasional kita ada 2.200 ton,” ujar Jarau saat dikonfirmasi.

Bulog Ketapang membawahi Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Untuk bantuan pangan 3 bulan ke depan, total penerima mencapai sekitar 76.000 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan alokasi 30 kg per KPM. Total kebutuhan sekitar 2.300 ton.

“Alokasi Juli sampai September. Penerimanya ada 76.000 penerima bantuan pangan. Satu PBP mendapatkan 30 kilogram beras. Jadi 30 kilogram dikali 76.000 itu sekitar 2.300 ton,” jelasnya.

Dengan selisih 100 ton, Bulog memilih memprioritaskan bantuan pangan yang batas akhirnya 30 September 2026. Sementara penyaluran beras SPHP ditahan sementara karena masih bisa dilakukan hingga Desember.

“Yang menjadi kendala, kebutuhan bantuan ini 2.300 ton, sementara stok yang kita kuasai 2.200 ton. Yang kita prioritaskan saat ini jangka pendek karena 30 September harus selesai. Jadi prioritas kita adalah bantuan pangan. Untuk SPHP kita rem dulu,” katanya.

Jarau menegaskan beras bantuan pangan tidak dipungut biaya. Penyaluran dilakukan Bulog hingga ke desa, kemudian dibagikan pemerintah desa sesuai data DTSEN desil 1-4.

Untuk menjamin pasokan, Bulog juga masih membuka pemesanan tambahan beras. Kapasitas gudang Ketapang saat ini 2.000 ton sehingga pasokan masuk dilakukan bertahap.

Selain stok, tantangan Bulog ada di distribusi. Wilayah hulu sungai di Ketapang sulit dijangkau saat kemarau karena debit air turun. Sementara di Kayong Utara, gelombang laut tinggi menghambat pengiriman ke wilayah kepulauan.

“Kalau pendistribusian lebih berat itu di geografis. Di Kecamatan Hulu Sungai, ketika musim kering agak sulit karena debit air berkurang. Kalau Kayong Utara biasanya ombak laut cukup besar dan tinggi,” ungkap Jarau. (Yoga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *