Sambas

Turnamen Mancing Udang di Sungai Sambas Dinilai Jadi Sarana Edukasi dan Pelestarian Ekosistem

×

Turnamen Mancing Udang di Sungai Sambas Dinilai Jadi Sarana Edukasi dan Pelestarian Ekosistem

Sebarkan artikel ini
Lomba Mancing Udang, Gajik Season III di Sungai Semparuk, Minggu 15 September 2024.
Lomba Mancing Udang, Gajik Season III di Sungai Semparuk/Foto JEJARING KALBAR.

SAMBAS, Jejaring Kalbar – Turnamen mancing udang yang digelar di aliran Sungai Sambas mendapat apresiasi dari Dinas Perikanan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (PPKH) Kabupaten Sambas. Kegiatan tersebut dinilai tidak hanya menjadi ajang rekreasi dan silaturahmi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem sungai.

Kepala Dinas PPKH Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya, mengatakan keberadaan Sungai Sambas memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat, baik sebagai sumber mata pencaharian nelayan maupun sebagai habitat berbagai jenis biota perairan, termasuk udang air tawar yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

“Turnamen mancing udang seperti ini sangat positif karena mampu menarik perhatian masyarakat terhadap potensi sumber daya perairan yang kita miliki. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian sungai,” ujarnya.

Menurut Hendy, keberlangsungan populasi udang dan ikan di Sungai Sambas sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang sehat. Karena itu, masyarakat perlu bersama-sama menjaga kualitas air sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi pencemaran, serta menghindari penggunaan alat tangkap yang merusak.

“Kalau ekosistem sungai terjaga, maka sumber daya perikanan juga akan tetap lestari. Ini penting karena sungai bukan hanya warisan untuk generasi sekarang, tetapi juga untuk anak cucu kita di masa mendatang,” katanya.

Ia menambahkan, turnamen mancing yang dilaksanakan secara tertib dan mengedepankan prinsip ramah lingkungan dapat menjadi salah satu bentuk promosi wisata berbasis perairan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat setempat. Kegiatan tersebut juga berpotensi menarik peserta dari luar daerah sehingga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan sektor jasa di sekitar lokasi kegiatan.

“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat menikmati keindahan Sungai Sambas sekaligus belajar pentingnya menjaga keseimbangan alam. Kami berharap turnamen mancing udang tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk melestarikan ekosistem sungai,” tambah Hendy.

Dinas PPKH Kabupaten Sambas berharap semakin banyak komunitas dan kelompok masyarakat yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif yang mengangkat potensi perairan daerah. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, keberadaan sumber daya perikanan di Sungai Sambas diharapkan tetap terjaga dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *