Sambas

Sarjana Muda Asal Selobat Sambas Korbankan Pekerjaan di Kota Demi Anak-anak Desa

×

Sarjana Muda Asal Selobat Sambas Korbankan Pekerjaan di Kota Demi Anak-anak Desa

Sebarkan artikel ini
Jalil Mustapa dan anak didiknya di tempat kursus komputer Selobat, Kabupaten Sambas.
Jalil Mustapa dan anak didiknya di tempat kursus komputer Selobat, Kabupaten Sambas.

SAMBAS, JEJARING KALBAR – Di tengah keterbatasan akses pendidikan teknologi di Dusun Selobat, Desa Buduk Sempadang, Kecamatan Selakau Timur, salah satu kawasan yang berada di wilayah pedalaman Kabupaten Sambas, Jalil Mustapa memilih meninggalkan pekerjaannya di kota dan pulang ke kampung halaman.

Kepulangannya bukan sekadar untuk menetap, melainkan membawa misi menghadirkan ruang belajar komputer bagi anak-anak desa agar tidak tertinggal di era digital.

Jalil merupakan putra asli Desa Buduk Sempadang. Setelah menempuh pendidikan dasar di kampung halamannya, ia melanjutkan sekolah di Singkawang dan kemudian kuliah di Pontianak hingga meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.).

Selama kuliah, sarjana muda itu juga mengikuti pendidikan komputer selama satu tahun di KIA Indonesia dan sempat bekerja di Pontianak.

Anak didik Jalil Mustapa di Selobat Sambas, mereka semua bahagia.

Namun, pengalaman belajar dan bekerja di kota justru membawanya kembali ke kampung halaman.

“Saya pulang membawa satu niat, yaitu ingin mencetak generasi emas di ujung timur,” katanya, Senin 27 Juli 2026.

Menurutnya, masih banyak anak-anak di Desa Buduk Sempadang yang belum memiliki ruang untuk belajar komputer.

Setelah pulang sekolah, sebagian besar waktu mereka dihabiskan bermain telepon genggam atau melakukan aktivitas lainnya.

Melihat kondisi tersebut, Jalil mendirikan kursus komputer sebagai wadah belajar bagi anak-anak dan generasi muda di desanya.

“Saya tidak ingin anak-anak di desa hanya menjadi penonton kemajuan zaman. Saya ingin mereka ikut menjadi bagian dari kemajuan itu,” ujarnya.

Ia meyakini anak-anak di desa memiliki potensi yang sama dengan anak-anak di perkotaan. Yang mereka perlukan hanyalah kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan.

Selain mengenalkan teknologi, kursus komputer itu juga diharapkan menjadi ruang yang positif bagi anak-anak untuk belajar, berkumpul, dan mengembangkan diri dalam lingkungan yang mendukung.

Bagi Jalil, langkah yang ia lakukan mungkin masih sederhana. Namun, ia percaya perubahan besar selalu berawal dari keberanian untuk memulai.

“Dari kampung kecil, kami ingin membangun generasi masa depan. Saya berharap anak-anak di desa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih cita-cita,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *