SAMBAS, JEJARING KALBAR – Halaman Istana Alwatzikhoebillah Sambas menjadi lokasi pelaksanaan Salat Istisqa yang diikuti warga Kabupaten Sambas, Minggu (30/8/2026) pagi. Sholat digelar sebagai ikhtiar spiritual di tengah musim kemarau, karhutla, dan memburuknya kualitas udara di wilayah tersebut.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara Kabupaten Sambas pada Minggu pagi berada dalam kategori sangat tidak sehat. Pada pukul 08.00 WIB, angka ISPU di Stasiun Pemantauan Sambas Dalam Kaum mencapai 218, dengan parameter kritis berupa partikel halus PM2.5.
Kondisi tersebut menjadi salah satu latar pelaksanaan Salat Istisqa yang diinisiasi Pewaris Takhta Kesultanan Alwatzikhoebillah Sambas, Pangeran Ratu Dr. Raden Muhammad Tarhan, S.Pd., M.E.
Salat dimulai sekitar pukul 07.00 WIB di halaman istana, tepat di depan Masjid Agung Jami’ Sultan Muhammad Syafiuddin II Sambas. Sholat dan khutbah dipimpin Mediansyah, S.Pd.I.
Dalam rangkaian ibadah tersebut, para jemaah diajak memperbanyak istigfar, berdoa, memohon ampun kepada Allah SWT, serta berserah diri menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi. Para jemaah juga memanjatkan doa agar hujan segera turun membawa rahmat dan keberkahan bagi masyarakat Sambas.
Pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung khusyuk. Warga berharap turunnya hujan dapat membantu mengatasi kekeringan, mengisi kembali sumber-sumber air yang mulai terbatas, serta mendukung upaya pemadaman karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas.
Hujan juga diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap dan memperbaiki kualitas udara yang pada Minggu pagi berada dalam kategori sangat tidak sehat. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diimbau memperhatikan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya kelompok yang rentan terdampak pencemaran udara. *** (Rudi)













