SAMBAS, JEJARING KALBAR – Potensi pengembangan tambak garam di Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas dinilai mampu menjadi salah satu penopang kebutuhan garam di daerah, bahkan berpeluang menyuplai kebutuhan garam di Kalimantan Barat.
Kepala Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya mengatakan kawasan pesisir Paloh memiliki potensi yang sangat menjanjikan untuk pengembangan produksi garam skala daerah.
Menurutnya, kondisi geografis wilayah pesisir yang luas serta karakteristik lahan di sejumlah kawasan Paloh dinilai cukup mendukung untuk pengembangan tambak garam secara berkelanjutan.
“Potensi tambak garam di Paloh ini sangat besar. Kalau dikembangkan secara maksimal, bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan garam di Kabupaten Sambas, tetapi juga bisa menyuplai kebutuhan garam di Kalimantan Barat,” ujar Hendy Wijaya, Sabtu, 25 April 2026.
Ia mengatakan selama ini kebutuhan garam di Kalbar masih banyak dipasok dari luar daerah. Karena itu, pengembangan produksi garam lokal menjadi peluang strategis untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar.
“Ini tentu menjadi peluang ekonomi yang sangat baik bagi masyarakat pesisir. Selain membuka lapangan usaha baru, pengembangan tambak garam juga dapat memperkuat ketahanan komoditas daerah,” katanya.
Hendy menjelaskan pemerintah daerah terus mendorong sinergi bersama pemerintah pusat dalam mendukung pengembangan kawasan garam di Paloh, termasuk dari sisi infrastruktur, teknologi produksi hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap potensi garam di Sambas menjadi sinyal positif bagi percepatan pengembangan kawasan pesisir perbatasan.
“Kami optimistis jika didukung secara serius dan berkelanjutan, Paloh bisa menjadi salah satu sentra produksi garam unggulan di Kalimantan Barat,” pungkasnya. ***












