SAMBAS, JEJARING KALBAR – Kreativitas penyuluh pertanian kembali melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi petani. Dalam mendukung penerapan teknologi Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS), penyuluh pertanian di Kecamatan Jawai berhasil membuat alat tanam benih langsung (Tabela) dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Jawai, Darma Irawan, merancang alat tersebut menggunakan pipa paralon, besi bekas, ban dalam mobil bekas, serta sejumlah komponen sederhana lainnya. Melalui konsep ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi), bahan-bahan tersebut diolah menjadi alat tabela yang praktis, ringan, mudah dioperasikan, dan berbiaya murah.
“Dengan konsep ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi), biaya pembuatan alat ini menjadi sangat terjangkau. Selain itu, alat ini mampu mempercepat proses tanam sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja,” ujar Darma.
Menurutnya, inovasi tersebut merupakan bentuk kreativitas dalam menghadirkan teknologi tepat guna yang dapat diadopsi petani tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Darma mengadaptasi model alat tabela yang telah lebih dulu dikembangkan dan terbukti berhasil di sejumlah daerah di luar Kalimantan, kemudian memodifikasinya menggunakan bahan-bahan bekas agar sesuai dengan kebutuhan petani.
Penggunaan alat tabela juga sejalan dengan penerapan teknologi PM-AAS yang mendorong mekanisasi dan efisiensi dalam budidaya padi. Sistem tanam benih langsung memungkinkan proses tanam berlangsung lebih cepat, jarak tanam lebih seragam, penggunaan benih lebih hemat, serta mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas hasil panen.
Darma mengatakan, alat tersebut telah diuji coba pada kegiatan Gerakan Tanam Bersama dan menunjukkan hasil yang memuaskan.
“Hari ini, dalam rangka kegiatan Gerakan Tanam Bersama, alat tabela ini berhasil digunakan dengan baik oleh penyuluh pertanian maupun petani yang hadir. Hasilnya berjalan dengan baik dan sesuai harapan,” katanya.
Sementara itu dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendorong lahirnya berbagai inovasi dari lapangan sebagai bagian dari transformasi menuju pertanian modern. Menurutnya, setiap inovasi yang mampu meningkatkan efisiensi usaha tani dan mendukung peningkatan produksi pangan perlu terus dikembangkan serta diterapkan secara luas.
Inovasi alat tabela berbahan barang bekas ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi penyuluh pertanian maupun petani di berbagai daerah untuk terus berkreasi menciptakan teknologi tepat guna yang murah, mudah dibuat, dan bermanfaat. Semangat inovasi dan kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program PM-AAS sekaligus memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. *** (Darma)












