DPRD SambasSambas

Solar Subsidi Sulit Didapat, Ferdinan Dengar Keluhan Sopir Truk di Kecamatan Tebas

×

Solar Subsidi Sulit Didapat, Ferdinan Dengar Keluhan Sopir Truk di Kecamatan Tebas

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinan Syolihin dengar keluhan sopir truk di Kecamatan Tebas yang merasa kesulitan mendapat solar subsidi.
Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinan Syolihin dengar keluhan sopir truk di Kecamatan Tebas yang merasa kesulitan mendapat solar subsidi.

SAMBAS, JEJARING KALBAR – Keluhan para sopir truk angkutan material di Kecamatan Tebas terkait sulitnya memperoleh solar subsidi akhirnya sampai ke DPRD Kabupaten Sambas. Setelah mengaku kesulitan bekerja selama beberapa pekan terakhir, para sopir menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinan Syolihin, Jumat (22/5/2026) malam.

Dalam pertemuan tersebut, para sopir mengeluhkan tidak adanya penjualan solar subsidi di SPBU Bekut Makrampai selama sekitar tiga minggu terakhir. Kondisi itu membuat operasional angkutan material terganggu karena solar subsidi merupakan kebutuhan utama kendaraan mereka.

Salah seorang sopir, Ipan, mempertanyakan terhentinya penjualan solar subsidi dalam waktu yang cukup lama. Menurutnya, alasan yang diterima dari pihak SPBU adalah adanya sanksi atau skorsing sehingga penyaluran solar tidak dilakukan.

“Sudah tiga minggu solar tidak dijual. Alasannya karena mendapat skorsing. Sementara di SPBU lain di luar Kecamatan Tebas, solar subsidi masih tersedia,” katanya.

Ipan menilai kondisi tersebut sangat memberatkan para sopir yang menggantungkan penghasilan dari jasa angkutan material. Sebab, penggunaan BBM non-subsidi seperti Dexlite dinilai tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh dari aktivitas angkutan.

“Kami tidak bisa bekerja kalau tidak ada solar subsidi. Harga Dexlite terlalu tinggi untuk operasional kami,” ujarnya.

Mendengar keluhan itu, Ferdinan menyatakan persoalan distribusi BBM subsidi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut mata pencaharian masyarakat. Ia menegaskan akan meminta penjelasan dari pihak terkait mengenai penyebab terhentinya penjualan solar subsidi di SPBU tersebut.

Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan kepastian informasi, terlebih ketika kondisi tersebut telah berlangsung selama berminggu-minggu dan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga.

“Kami menerima aspirasi para sopir dan akan menindaklanjuti persoalan ini. Yang terpenting adalah masyarakat mendapat kejelasan dan kebutuhan BBM subsidi bisa kembali terpenuhi,” kata Ferdinan.

Para sopir berharap tindak lanjut dari DPRD dapat mempercepat penyelesaian persoalan tersebut sehingga distribusi solar subsidi di Kecamatan Tebas kembali normal dan aktivitas angkutan material dapat berjalan seperti biasa. *** (Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *