Mempawah

Ratusan Sopir Truk Bakal Unjuk Rasa di DPRD Mempawah, Protes Masalah Solar Subsidi

×

Ratusan Sopir Truk Bakal Unjuk Rasa di DPRD Mempawah, Protes Masalah Solar Subsidi

Sebarkan artikel ini
Antrean truk membeli solar subsidi di SPBU Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Senin 18 Mei 2026/Foto Jejaring Kalbar.
Antrean truk membeli solar subsidi di SPBU Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Senin 18 Mei 2026/Foto Jejaring Kalbar.

MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Aliansi Sopir Kabupaten Mempawah berencana menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Mempawah pada Rabu, 3 Juni 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan persoalan distribusi dan pengelolaan solar subsidi di sejumlah SPBU di Kabupaten Mempawah.

Berdasarkan surat pemberitahuan yang ditujukan kepada Polres Mempawah, aksi akan dimulai pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di kawasan Peniraman. Massa yang diperkirakan hadir berjumlah 200 hingga 300 orang.

Koordinator Lapangan Aliansi Sopir Kabupaten Mempawah, Umar Faruq Noer, mengatakan aksi tersebut bukan melibatkan masyarakat umum, melainkan para sopir yang selama ini menjadi pengguna BBM subsidi.

“Intinya ini bukan aksi masyarakat umum, tetapi aksi para sopir pengguna BBM subsidi yang kecewa dengan pengelolaan SPBU dan pelangsir-pelangsir solar. Fokus kami terkait persoalan solar di SPBU yang ada di Kabupaten Mempawah,” kata Umar, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, keluhan utama para sopir berkaitan dengan tingginya harga solar subsidi yang beredar di tingkat pengecer atau kios. Kondisi tersebut dinilai membebani para pengemudi yang bergantung pada BBM subsidi untuk operasional kendaraan.

Ia menyebut harga solar subsidi di kios saat ini telah melambung hingga di atas Rp15 ribu. Bahkan, penjualannya tidak lagi menggunakan ukuran per liter, melainkan per jeriken atau per ken.

“Kalau kondisi ini dibiarkan, akan semakin parah. Karena itu kami menyampaikan aspirasi agar ada perhatian dan penanganan terhadap persoalan distribusi solar subsidi,” ujarnya.

Umar menambahkan, hingga saat ini sekitar 200 sopir truk telah terdata akan mengikuti aksi tersebut. Jumlah peserta diperkirakan masih dapat bertambah menjelang pelaksanaan aksi.

Dalam surat pemberitahuan aksi, Aliansi Sopir Kabupaten Mempawah menyebut demonstrasi digelar sebagai respons terhadap dugaan adanya praktik penimbunan solar serta pungutan liar yang dinilai berdampak pada kenaikan harga dan sulitnya akses solar subsidi bagi para sopir. *** (Bung Ranie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *