Mempawah

Bupati Mempawah Ancam Segel Jika Pengelola SPBU Tak Ikut Rapat Masalah Solar Subsidi

×

Bupati Mempawah Ancam Segel Jika Pengelola SPBU Tak Ikut Rapat Masalah Solar Subsidi

Sebarkan artikel ini
Aliansi Sopir Kabupaten Mempawah demo masalah solar subsidi di Kantor Bupati, Selasa 7 Juli 2026.
Aliansi Sopir Kabupaten Mempawah demo masalah solar subsidi di Kantor Bupati, Selasa 7 Juli 2026/Foto FB Bang Ajir

MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama Aliansi Sopir Kabupaten Mempawah menyepakati lima poin penyelesaian persoalan distribusi BBM Solar Bersubsidi, Selasa (7/7/2026).

Salah satu poin terpenting adalah pengelola SPBU yang tidak menghadiri rapat yang telah dijadwalkan dapat dikenai sanksi penyegelan sementara.

Kesepakatan bersama itu ditandatangani sebagai bentuk komitmen menyelesaikan polemik distribusi solar bersubsidi yang selama ini dikeluhkan para sopir.

Dalam dokumen hasil kesepakatan, rapat lanjutan akan digelar pada 15 Juli 2026 dengan menghadirkan pimpinan atau pemilik SPBU, Satgas Pengawasan BBM Bersubsidi Kabupaten Mempawah, perwakilan Aliansi Sopir, serta kepala desa yang wilayahnya terdapat SPBU.

Apabila pengelola SPBU yang telah diundang tidak hadir, maka SPBU tersebut akan disegel sementara.

Selain itu, disepakati Satgas Pengawasan BBM Bersubsidi akan memperketat pengawasan dengan melibatkan sopir sebagai mitra solusi.

Kesepakatan juga memuat komitmen mengusut tuntas oknum aparat, petugas SPBU maupun pihak lain yang terlibat dalam penyalahgunaan solar bersubsidi.

Pemerintah dan Aliansi Sopir juga bersepakat mewujudkan distribusi BBM bersubsidi yang mudah, adil, transparan, tepat sasaran, dan bebas percaloan, serta memperkuat pengawasan penggunaan solar bersubsidi bagi nelayan.

Bupati Mempawah Erlina mengatakan rapat lanjutan pada 15 Juli menjadi momentum untuk mencari solusi bersama atas persoalan yang terjadi.

“Ingat 15 Juli kita akan adakan rapat bersama Aliansi Sopir Mempawah, kepala desa yang di desanya ada SPBU juga saya harapkan hadir, Satgas juga saya minta hadir sehingga kita dapat menemukan kesepakatan bersama,” kata Erlina.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan apabila pengelola SPBU mengabaikan undangan rapat tersebut.

“Bila sudah diundang pengelola SPBU tidak hadir, maka akan kita segel sementara. Karena kita butuh masyarakat supaya tenang, jangan sampai ada demo-demo lagi, karena yang didemo bukan SPBU, tapi Pemerintah Kabupaten Mempawah,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Aliansi Sopir Kabupaten Mempawah, Umar Faruq Noer, berharap seluruh poin yang telah disepakati benar-benar direalisasikan.

“Soal kesepakatan hari ini, mudah-mudahan itu sesuai dengan apa yang kita harapkan dan sesuai dengan apa yang disampaikan Ibu Bupati,” ujarnya. *** (Bung Ranie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *