MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Bupati Mempawah, Hj. Erlina, SH, MH, menegaskan Kabupaten Mempawah terus menunjukkan perkembangan yang signifikan hingga memasuki usia ke-67.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri peringatan Hari Jadi Kabupaten Mempawah ke-67 Tahun 2026 yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat mewakili Gubernur Kalbar, Wakil Bupati Mempawah, Forkopimda, kepala daerah se-Kalimantan Barat, jajaran BUMN, BUMD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Erlina mengatakan kemajuan Mempawah tidak terlepas dari fondasi pembangunan yang telah diletakkan pada masa kepemimpinan Gubernur Kalbar, Ria Norsan, saat masih menjabat sebagai Bupati Mempawah.
Menurutnya, pada 2009 kondisi APBD Mempawah hanya sekitar Rp183 miliar setelah pemekaran dengan Kabupaten Kubu Raya. Namun, melalui pengelolaan anggaran yang baik, APBD Mempawah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah sampai saat ini kita tidak jadi bergabung dengan Kubu Raya. Karena setiap tahun anggaran kita terus mengalami peningkatan,” kata Erlina.
Ia juga mengapresiasi pernyataan mantan Gubernur Kalbar, Cornelis, yang saat itu menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk terus memperkuat kemampuan fiskal daerah.
Erlina menilai prospek Mempawah semakin cerah dengan hadirnya pelabuhan internasional yang mulai menunjukkan aktivitas ekspor. Menurutnya, ekspor perdana peti kemas ke Malaysia menjadi bukti bahwa pelabuhan tersebut mulai berperan sebagai pintu perdagangan internasional.
“Ke depan mudah-mudahan tidak hanya ke Asia, tetapi juga dapat melayani ekspor ke Eropa. Ini menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi Mempawah,” ujarnya.
Selain sektor ekonomi, Erlina menyebut Mempawah juga berkembang sebagai pusat pendidikan nasional. Saat ini telah berdiri kampus IPDN dan sekolah di bawah Kementerian Perhubungan. Dalam waktu dekat, pemerintah pusat juga akan membangun Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mempawah.
Terkait pembangunan infrastruktur, Erlina mengakui adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat berdampak pada kemampuan fiskal daerah. Meski demikian, ia memastikan pembangunan tetap berjalan secara bertahap dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serta pendanaan dari APBN.
“Kita tetap membenahi infrastruktur jalan secara bertahap. Apalagi ada dukungan dari pemerintah provinsi dan pembangunan yang dibiayai APBN, sehingga kita optimistis pembangunan di Mempawah terus berlanjut,” pungkasnya. *** (Bung Ranie)












