Mempawah

Kernet Pikap Bermuatan Durian Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Anjongan

×

Kernet Pikap Bermuatan Durian Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Anjongan

Sebarkan artikel ini
Evakuasi korban kecelakaan pikap bermuatan durian di Jalan Raya Anjongan, Kabupaten Mempawah.
Evakuasi korban kecelakaan pikap bermuatan durian di Jalan Raya Anjongan, Kabupaten Mempawah.

MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Seorang kernet mobil pikap bermuatan durian tewas dalam kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Raya Anjungan–Mandor, tepatnya di depan Gua Maria Anjungan, Kabupaten Mempawah, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Korban diketahui bernama Yanto (29), warga Desa Sailo, Kecamatan Mempawah Hulu. Ia meninggal dunia setelah mengalami luka berat di bagian kepala akibat kecelakaan tersebut.

Kapolsek Anjongan, IPTU Andrianto menjelaskan, peristiwa bermula saat mobil pikap Daihatsu Grand Max yang dikemudikan Riki melaju dari arah Kabupaten Landak menuju Sungai Pinyuh dengan membawa muatan buah durian.

“Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan diduga hilang kendali hingga melebar ke sisi kiri jalan, menabrak pohon, lalu terguling ke tepi parit dengan posisi terbalik,” ujarnya.

Dugaan sementara lanjut dia, kecelakaan dipicu pengemudi yang mengantuk saat berkendara.

Warga yang mengetahui kejadian segera memberikan pertolongan. Mereka mengevakuasi korban yang terjepit di dalam kabin kendaraan serta menyusun balok-balok kayu untuk menahan posisi mobil agar tidak semakin masuk ke parit.

Pengemudi Riki bersama Yanto kemudian dievakuasi ke Puskesmas Sungai Pinyuh. Namun, nyawa Yanto tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya.

Petugas Unit Lalu Lintas Polsek Sungai Pinyuh yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengatur arus lalu lintas, serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Polisi juga mengimbau para pengendara agar memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan, terutama pada dini hari atau pagi hari, guna mencegah kecelakaan akibat kelelahan maupun rasa kantuk. *** (Bung Ranie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *