MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Gundukan tanah yang mencurigakan di kompleks pemakaman Tionghoa, Seliung Dalam, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, sempat menghebohkan warga.
Setelah dibongkar oleh warga, kuburan tersebut ternyata berisi seekor anjing peliharaan yang diduga sengaja dimakamkan di areal pemakaman manusia, Sabtu (27/6/2026) petang.
Ketua Damkar Jaguar yang juga Tokoh Masyarakat Sungai Pinyuh, Tjia Kim Piau alias Apiau mengatakan pihaknya menerima laporan dari anggota sekitar pukul 17.00 WIB mengenai adanya gundukan tanah yang tampak baru di kawasan pemakaman tersebut. Seperti kuburan yang mencurigakan.
“Awalnya kami mendapat laporan ada gundukan tanah yang mencurigakan di kompleks pemakaman Se Jinkong (Seliung Dalam). Karena khawatir terjadi sesuatu, kami langsung mengambil tindakan,” ujarnya.
Menurut Apiau, setelah menerima informasi tersebut, pihaknya terlebih dahulu menghubungi Bhabinkamtibmas Sungai Pinyuh. Namun karena yang bersangkutan sedang berada di luar daerah, mereka kemudian melapor ke Polsek Sungai Pinyuh.
Karena saat itu dirinya juga tidak berada di lokasi, Apiau meminta bantuan Ketua Yayasan Arif Sejahtera, Bun Sau Kong, untuk melapor kepada petugas piket Polsek Sungai Pinyuh.
Tidak lama kemudian, anggota Polsek Sungai Pinyuh datang lokasi dan melihat isi gundukan tanah yang dilaporkan warga tersebut.
“Kami awalnya menduga kemungkinan itu kuburan bayi atau ada kejadian lain yang membutuhkan penanganan cepat. Makanya kami segera melapor ke polisi,” katanya.
Setelah dilakukan penggalian, petugas mendapati bangkai seekor anjing berwarna hitam yang diperkirakan sudah tua. Usai dipastikan bukan jenazah manusia, bangkai anjing tersebut kemudian dikuburkan kembali.
Apiau menduga anjing tersebut merupakan hewan peliharaan kesayangan pemiliknya yang ingin dimakamkan secara layak. Namun, ia menilai lokasi pemakamannya tidak tepat karena berada di kawasan yang diperuntukkan bagi pemakaman manusia.
“Kami menghargai para pecinta binatang. Tetapi kalau ingin menguburkan hewan peliharaan, sebaiknya di tempat yang tepat dan tidak menimbulkan keresahan masyarakat. Kalau memang terpaksa, setidaknya minta izin terlebih dahulu kepada pengelola yayasan,” ujarnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang karena kompleks pemakaman Seliung Dalam merupakan area khusus pemakaman manusia sehingga penggunaan lahannya harus tetap sesuai peruntukannya. *** (Bung Ranie)












