MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Perhimpunan Tionghoa Kalimantan Barat (PTK) Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban kebakaran yang menghanguskan 18 unit ruko di kawasan Pasar Pagi, Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Jumat (12/6/2026) siang.
Bantuan diserahkan melalui Posko Kemanusiaan yang sejak beberapa hari terakhir menjadi pusat penyaluran bantuan bagi 20 kepala keluarga terdampak kebakaran yang terjadi pada Selasa (9/6/2026) sore.
Penyerahan dilakukan bersama tokoh masyarakat Sungai Pinyuh, Zimmy Alexander dan Hermanto Lim selaku anggota pengurus bidang organisasi PTK dan Ryan Wijaya pengurus Perkumpulan Warga Sungai Punyuh (PWSP).
Ketua Umum PTK Indonesia, Yordanus atau Djong Se Min, melalui Wakil Sekretaris Umum PTK Indonesia, Andy Kurniawan Bong, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial organisasi terhadap warga yang sedang tertimpa musibah.
“Kami dari PTK Indonesia menyerahkan bantuan sosial berupa sembako kepada 20 kepala keluarga yang menjadi korban kebakaran. Harapan kami mereka bisa bangkit dari kedukaan ini dan kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Andy.
Bantuan yang diberikan berupa beras, telur, mi instan, minyak goreng, gula pasir, dan air minum dalam kemasan. Seluruh bantuan dikemas dalam 20 paket untuk disalurkan kepada para korban.
Menurut Andy, penyaluran bantuan dilakukan atas arahan Ketua Umum PTK Indonesia bersama jajaran pengurus pusat setelah berkoordinasi dengan sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus organisasi asal Sungai Pinyuh.
Ia menegaskan, bantuan tersebut tidak semata dilihat dari nilai materinya, melainkan sebagai wujud solidaritas dan rasa kemanusiaan kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“Pesan dari Ketua Umum, jangan dilihat dari nilai rupiahnya. Lihatlah hati dan kepedulian kami kepada masyarakat Sungai Pinyuh. Kami ingin turut mengobati rasa sedih para korban dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PTK Indonesia Yordanus mengatakan pihaknya turut prihatin atas musibah yang menimpa para korban kebakaran. Ia berharap para korban diberikan kekuatan dan ketabahan untuk bangkit kembali.
“Jangan melihat nilai bantuannya, tetapi lihatlah ini sebagai bentuk kepedulian sosial kami kepada para korban. Doa kami semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati dan memberi kekuatan agar mereka tetap tegar serta mampu bangkit dari musibah ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT 01 RW 05 Sungai Pinyuh, Rohadi alias Akian, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang terus mengalir dari berbagai pihak sejak peristiwa kebakaran terjadi.
“Kami merasa sangat terbantu. Atas nama warga yang terkena musibah, saya mengucapkan terima kasih kepada PTK Indonesia dan semua pihak yang telah memberikan bantuan,” katanya.
Menurut Rohadi, bantuan bagi korban kebakaran tidak hanya datang dari organisasi kemasyarakatan, tetapi juga dari pemerintah daerah, anggota DPRD, masyarakat, serta berbagai pihak swasta.
Ia menambahkan, posko kemanusiaan yang dibuka sehari setelah kejadian dijadwalkan ditutup pada Sabtu (13/6/2026) siang. Seluruh bantuan yang terkumpul akan disalurkan kepada 20 kepala keluarga yang terdampak kebakaran.
Diketahui, kebakaran yang terjadi di kawasan Pasar Pagi Sungai Pinyuh menghanguskan 18 unit ruko dan menyebabkan 20 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal serta sebagian besar harta benda mereka. Hingga kini, para korban masih berupaya memulihkan kondisi pascakebakaran dengan dukungan berbagai pihak. *** (Bung Ranie)












