Dinas PPKH Sambas

Nelayan Jawai Terancam Pukat Trawl dari Luar Wilayah, Dinas PPKH Sambas Soroti Pengawasan

×

Nelayan Jawai Terancam Pukat Trawl dari Luar Wilayah, Dinas PPKH Sambas Soroti Pengawasan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pukat trawl/Sumber Internet
Ilustrasi pukat trawl/Sumber Internet

SAMBAS, JEJARING KALBAR – Nelayan tradisional di Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, menghadapi ancaman dari aktivitas kapal yang menggunakan alat tangkap pukat trawl dari luar wilayah. Aktivitas tersebut dikhawatirkan mengganggu ruang tangkap nelayan lokal dan berdampak terhadap hasil tangkapan mereka.

Kepala Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (PPKH) Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya, menilai perlindungan terhadap nelayan tradisional perlu menjadi perhatian, terutama bagi nelayan di wilayah Jawai yang menggantungkan penghidupan dari hasil tangkapan ikan.

Nelayan tradisional memiliki keterbatasan sarana dan jangkauan melaut dibandingkan kapal yang berukuran lebih besar. Karena itu, aktivitas penangkapan ikan yang menggunakan alat tangkap yang dilarang atau beroperasi tidak sesuai ketentuan perlu mendapat perhatian dari pihak berwenang.

Penggunaan pukat trawl yang tidak sesuai ketentuan juga berpotensi menimbulkan persoalan dalam pemanfaatan sumber daya ikan. Apabila tidak diawasi dengan baik, kondisi tersebut dikhawatirkan merugikan nelayan kecil yang mengandalkan hasil tangkapan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Dinas PPKH Kabupaten Sambas memandang pengawasan di wilayah perairan perlu diperkuat melalui koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan pengawasan dan penindakan. Penanganan laporan dari nelayan menjadi penting untuk memastikan dugaan pelanggaran dapat diperiksa sesuai ketentuan yang berlaku.

Nelayan di wilayah Jawai juga diharapkan melaporkan apabila menemukan dugaan penggunaan alat tangkap terlarang atau aktivitas penangkapan ikan yang melanggar aturan. Informasi mengenai lokasi, waktu kejadian, dan bukti pendukung dapat membantu proses pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Perlindungan nelayan tradisional di Jawai diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sektor perikanan Kabupaten Sambas. Pengawasan yang efektif diperlukan agar nelayan lokal dapat menjalankan aktivitas melaut dengan aman dan memperoleh kesempatan usaha yang adil. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *