SAMBAS, JEJARING KALBAR – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinan Syolihin, SE., M.E., menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi pedoman utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
Menurut legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut, tantangan modernisasi di Kabupaten Sambas saat ini bukan sekadar mengejar kemajuan fisik dan teknologi. Lebih dari itu, masyarakat dituntut untuk membentengi jati diri bangsa agar tidak tergerus oleh dampak negatif perubahan zaman.
Ferdinan menekankan bahwa Pancasila merupakan benteng sekaligus batas moral yang sangat krusial bagi generasi muda. Arus informasi yang tak terbendung dari teknologi komunikasi dinilai berpotensi membawa pengaruh yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan jika tidak disikapi secara bijak.
Ia berharap para pemuda di Sambas mampu memanfaatkan kemajuan zaman dengan melahirkan berbagai inovasi dan karya kreatif. Namun, seluruh potensi dan energi positif tersebut harus tetap berpijak pada fondasi serta ideologi Pancasila.
Upaya penanaman nilai-nilai kebangsaan ini, lanjut Ferdinan, memerlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, DPRD, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga lingkungan keluarga. Edukasi berkelanjutan harus terus diberikan agar pemahaman Pancasila tetap tertanam kuat pada generasi penerus.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD Kabupaten Sambas berkomitmen menyelaraskan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dengan nilai-nilai Pancasila. Setiap kebijakan daerah yang dirumuskan diarahkan agar senantiasa berorientasi pada kemanusiaan, keadilan sosial, serta kepentingan masyarakat luas.
Ferdinan optimistis Kabupaten Sambas mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, inovatif, dan berkarakter kuat. Dengan menjadikan Pancasila sebagai kompas moral, masyarakat Sambas diyakini mampu menyambut era modern tanpa kehilangan identitas dan karakter bangsakannya. ***













