SAMBAS, JEJARING KALBAR – Kemarau panjang yang melanda beberapa bulan terakhir menyebabkan sejumlah lahan pertanian di Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, mengalami kekeringan. Tanah di sawah retak-retak dan mengeras akibat terik matahari.
Kondisi ini membuat petani kesulitan mengolah lahan untuk musim tanam baru. Bahkan padi yang sudah terlanjur ditanam pun sulit tumbuh karena kekurangan air.
Ketua Petani Muda Berkemajuan (PMB) Kecamatan Tangaran, Ardiansyah, merasa prihatin.
“Prihatin saya melihat lahan sekarang banyak yang retak karena panas. Petani mau nanam padi jadi kesulitan karena tanahnya keras. Padi yang sudah ditanam juga sulit tumbuh,” kata Ardiansyah, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia mengatakan, debit air di saluran irigasi saat ini sudah sangat minim. Untuk itu para petani berharap ada bantuan mesin pompa dari pemerintah.

“Kami berharap ada bantuan mesin pompa dari pemerintah. Ini untuk mengantisipasi kekeringan yang terjadi. Walaupun proses bantuannya tidak cepat, namun ke depan diharapkan sudah bisa diantisipasi,” ujarnya.
Menurut Ardiansyah, mesin pompa sangat dibutuhkan untuk menyedot air dari sungai atau sumur bor agar lahan tetap bisa diairi saat kemarau.
Ia juga meminta pemerintah daerah dan dinas terkait segera mendata kelompok tani yang terdampak, agar bantuan tepat sasaran.
Jika kemarau terus berlanjut tanpa solusi, Ardiansyah khawatir akan terjadi gagal panen di Tangaran. ***











