Mempawah

Kisah Haru Ibu Rohati di Sungai Pinyuh Menuju Umrah yang Tertunda

×

Kisah Haru Ibu Rohati di Sungai Pinyuh Menuju Umrah yang Tertunda

Sebarkan artikel ini

Langit Sungai Pinyuh masih berselimut gelap ketika Ibu Rohati mengayunkan sapunya di lantai Masjid Sabilul Muttaqin. Jarum jam baru menunjuk pukul tiga dini hari. Di usia 76 tahun, langkahnya mungkin tak lagi secepat dulu, tetapi tekadnya tetap teguh, seperti doa yang tak pernah putus dari bibirnya.

Bagi sebagian orang, pagi adalah awal aktivitas. Bagi Ibu Rohati, pagi adalah cara menyambung harapan yang sempat runtuh.

Perempuan kelahiran 7 September 1949 itu adalah seorang janda yang tinggal sederhana di Gang Sepakat Dalam, Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Di balik rutinitasnya membersihkan masjid beberapa kali dalam sepekan, tersimpan kisah pahit yang pernah hampir memadamkan impiannya.

Tahun 2023, ia sudah berada di titik yang sangat dekat dengan Tanah Suci. Seluruh biaya umrah, sekitar Rp30 juta telah ia lunasi kepada salah satu agen travel. Semua persiapan rampung. Namun, harapan itu runtuh seketika. Keberangkatan yang dinanti tak pernah terjadi. Lebih dari itu, paspor yang telah diurus pun tak pernah kembali ke tangannya.

“Semua sudah siap, tapi tidak jadi berangkat. Paspor pun tidak dikembalikan,” tuturnya pelan, seolah masih menyimpan sisa luka yang belum sepenuhnya hilang.

Kehilangan puluhan juta rupiah di usia senja bukan hal ringan. Sempat terpuruk, Ibu Rohati harus berdamai dengan kenyataan yang pahit. Namun, ia memilih untuk tidak berlama-lama tenggelam dalam kecewa. Perlahan, ia bangkit.

Dari sapuan demi sapuan di lantai masjid, dari upah sederhana yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, ia mulai menata ulang mimpinya. Tak hanya itu, ia juga rela melepas perhiasan yang dimilikinya, sesuatu yang bagi banyak orang adalah simbol kenangan dan keamanan, demi satu tujuan yang tak pernah berubah, kembali berangkat umrah.

Perjuangan panjang itu kini menemukan titik terang. Dengan dukungan keluarga, Ibu Rohati kembali mendaftar umrah melalui Aulia Wisata Universal. Ia memilih paket reguler 10 hari, dengan rencana keberangkatan antara Agustus hingga September mendatang.

Keputusan itu bukan sekadar mengulang rencana lama. Ini adalah bentuk keberanian untuk kembali percaya setelah pernah dikhianati keadaan. Kini, ia melangkah dengan lebih hati-hati, memastikan setiap proses jelas dan terdokumentasi.

Di tengah kondisi rumah yang masih membutuhkan perbaikan dan kehidupan yang jauh dari kata berlebih, semangatnya justru semakin menyala. Setiap rupiah yang ia kumpulkan adalah bukti keteguhan hati bahwa mimpi, seberat apa pun, tetap layak diperjuangkan.

“Insya Allah,” ucapnya singkat. Namun dari nada suaranya, tersimpan keyakinan yang utuh.

Sementara itu, Rinto, agen perwakilan Aulia Travel di Kecamatan Sungai Pinyuh, memahami betul kekhawatiran calon jemaah yang pernah mengalami pengalaman serupa. Ia menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan transparansi dalam setiap tahapan proses.

“Setelah jemaah menyelesaikan pelunasan, kami langsung ajukan jadwal keberangkatan sesuai pilihan. Semua dokumen dipastikan lengkap, dan prosesnya bisa dipantau,” jelasnya.

Menurut Rinto, keberangkatan umrah dijalankan secara rutin setiap bulan dengan jadwal kloter yang teratur. Hal ini memberi kepastian bagi jemaah untuk berangkat tanpa harus menunggu lama.

“Kami ingin jemaah merasa aman dan tenang. Semua biaya sesuai brosur resmi, tanpa tambahan di luar ketentuan. Kami juga mendampingi dari awal sampai berangkat,” tegasnya.

Ia berharap kisah Ibu Rohati bisa menjadi pelajaran sekaligus pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih travel umrah. Namun lebih dari itu, kisah ini adalah tentang keteguhan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya.

Dan setiap kali fajar mulai merekah di Masjid Sabilul Muttaqin, sapuan Ibu Rohati bukan sekadar membersihkan lantai. Di sana, ada doa yang terus dipanjatkan, pelan, sabar, dan penuh harap, agar perjalanan yang dulu tertunda, akhirnya benar-benar terwujud. *** (Bung Ranie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *