MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Warga Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, mengaku resah dengan keberadaan sejumlah pohon besar di pinggir jalan protokol yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Ruas jalan tersebut diketahui memiliki tingkat aktivitas lalu lintas yang cukup tinggi setiap harinya, dilalui berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda motor hingga truk bertonase besar.
Kondisi pohon yang tampak sudah tua dan menjulang di tepi jalan membuat warga khawatir akan potensi tumbang, terutama saat cuaca buruk seperti hujan deras disertai angin kencang.
Selain itu, ranting-ranting yang mulai rapuh juga kerap jatuh dan berisiko menimpa kendaraan yang melintas. Salah seorang warga, Mad Halil dari RT 04 RW 02 mengatakan bahwa situasi tersebut sudah cukup lama dikeluhkan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan pohon-pohon tersebut sangat membahayakan, apalagi jalan tersebut sering dilalui kendaraan besar seperti truk kontainer dan truk tronton.
“Kalau musim hujan, kadang ranting jatuh dari atas, bisa menimpa kendaraan di belakangnya. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu ada warga yang berinisiatif memangkas dahan yang sudah terlalu rendah karena dinilai mengganggu pengguna jalan. Namun, upaya tersebut bersifat sementara dan belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
“Pohon-pohon di tepi jalan itu usianya sudah puluhan tahun. Harusnya dipangkas atau ditebang. Dulu sempat ada pemangkasan dan penebangan oleh pemerintah desa, tapi sekarang sudah tidak ada lagi,” tambahnya.
Mad Halil berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera turun tangan melakukan penanganan, baik melalui pemangkasan rutin maupun penebangan pohon yang dianggap berisiko tinggi.
“Kami mohon ada perhatian serius dari pihak terkait sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ini menyangkut keselamatan pengguna jalan, apalagi sekarang musim hujan,” tegasnya. *** (Bung Ranie)












