DPRD Mempawah

Ketua DPRD Mempawah Apresiasi Tingginya Kepatuhan Masyarakat pada Adat Balala’ Pantang Nagari

×

Ketua DPRD Mempawah Apresiasi Tingginya Kepatuhan Masyarakat pada Adat Balala’ Pantang Nagari

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Safruddin Asra/Istimewa
Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Safruddin Asra/Foto Istimewa

MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Safruddin Asra, mengapresiasi tingginya tingkat kepatuhan masyarakat dalam pelaksanaan Adat Balala’ Pantang Nagari yang berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Mempawah. Menurutnya, kepatuhan masyarakat terhadap adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang harus terus dijaga.

Safruddin mengatakan, pelaksanaan Balala’ Pantang Nagari yang berlangsung tertib dan kondusif menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melestarikan adat masih sangat kuat. Ia menilai keberhasilan pelaksanaan adat tersebut tidak terlepas dari peran para tokoh adat, pemerintah desa, serta masyarakat yang secara bersama-sama menjaga dan mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Kami mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah menunjukkan kepatuhan dan kedisiplinan selama pelaksanaan Balala’ Pantang Nagari. Ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai adat masih hidup dan dihormati oleh masyarakat kita,” ujar Safruddin.

Menurutnya, Balala’ Pantang Nagari bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan warisan budaya yang mengandung makna kebersamaan, penghormatan terhadap alam, serta upaya menjaga keseimbangan kehidupan sosial di tengah masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya perlu terus didukung oleh semua pihak.

Safruddin juga memberikan penghargaan kepada Dewan Adat Dayak (DAD), para temenggung, kepala desa, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan yang telah berperan aktif menjaga ketertiban selama berlangsungnya adat tersebut. Sinergi yang baik antarpemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Ia berharap generasi muda dapat terus mengenal, memahami, dan melestarikan tradisi Balala’ Pantang Nagari sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Menurutnya, pelestarian adat dan budaya merupakan tanggung jawab bersama agar warisan leluhur tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

“Adat dan budaya adalah jati diri daerah. Karena itu, mari kita terus menjaga dan melestarikannya. Saya berharap semangat kebersamaan dan kepatuhan yang ditunjukkan masyarakat dalam pelaksanaan Balala’ Pantang Nagari dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang,” pungkas Safruddin. *** (Bung Ranie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *