SAMBAS, JEJARING KALBAR – Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sambas mendorong pengembangan produksi garam lokal di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, guna mendukung kebutuhan industri pengolahan ubur-ubur yang terus meningkat.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya, mengatakan Temajuk memiliki potensi besar sebagai sentra produksi garam karena tingkat salinitas air lautnya yang tinggi.
Menurutnya, hasil pengukuran yang pernah dilakukan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan kadar salinitas air laut di Temajuk mencapai sekitar 5 B.E., lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah penghasil garam di Indonesia.
“Temajuk memiliki potensi yang sangat baik untuk pengembangan garam karena tingkat salinitas air lautnya sangat tinggi,” ujar Hendy.
Meski demikian, kondisi geografis Temajuk dinilai tidak memungkinkan pengembangan tambak garam konvensional seperti di Madura atau Cirebon. Karena itu, pemerintah bersama KKP mengembangkan teknologi produksi garam menggunakan sistem tunnel.
Hendy menjelaskan, sistem tersebut memungkinkan proses penguapan air laut berlangsung lebih optimal dan tidak terlalu bergantung pada kondisi cuaca.
“Hasil komunikasi dengan tim KKP menunjukkan sistem tunnel merupakan metode yang paling sesuai diterapkan di Temajuk,” katanya.
Saat ini, pengembangan garam sistem tunnel telah dilakukan oleh sejumlah kelompok masyarakat. Kelompok garam di Sebubus memperoleh bantuan 20 unit tunnel dari KKP, sementara seorang pelaku usaha lokal, Haji Wahidin, secara mandiri telah mengembangkan 14 unit tunnel.
Menurut Hendy, keberhasilan masyarakat mereplikasi teknologi tersebut menunjukkan produksi garam lokal memiliki prospek yang baik untuk terus dikembangkan.
Saat ini terdapat sekitar 34 unit tunnel yang beroperasi di Temajuk dan Sebubus. Dengan empat meja garam yang aktif berproduksi, kapasitas produksi diperkirakan mencapai sekitar delapan ton per bulan.
“Ini menjadi potensi yang sangat baik untuk terus dikembangkan sebagai sumber ekonomi masyarakat pesisir,” pungkasnya. *** (Rudi)










