Sambas

Asdep Kemenko Infrastruktur Kunjungi Sambas, Tinjau Potensi Pengembangan Garam di Paloh

×

Asdep Kemenko Infrastruktur Kunjungi Sambas, Tinjau Potensi Pengembangan Garam di Paloh

Sebarkan artikel ini
TINJAU, Kepala Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas mendampingi kunjungan lapangan Asisten Deputi Pembangunan Wilayah Perbatasan 3T
TINJAU, Kepala Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas mendampingi kunjungan lapangan Asisten Deputi Pembangunan Wilayah Perbatasan 3T

SAMBAS, JEJARINGKALBAR – Pemerintah pusat melalui Plt. Asisten Deputi Percepatan Pembangunan Kawasan Kepulauan, Pesisir, dan Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Sambas dalam rangka meninjau potensi pengembangan sektor garam di wilayah perbatasan.

Kunjungan yang berlangsung pada 22 hingga 24 April 2026 itu menjadi bagian dari agenda optimalisasi pengembangan kawasan strategis nasional di Kabupaten Sambas, khususnya di Kecamatan Paloh yang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan industri garam.

Selain meninjau lokasi potensial produksi garam, rombongan juga dijadwalkan melakukan peninjauan Kebun Raya Sambas (KRS) serta lokasi Pos Lintas Batas (PLB) Paloh guna melihat sinkronisasi infrastruktur pendukung kawasan.

Kepala Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya mengatakan kunjungan tersebut menjadi langkah positif dalam mendorong percepatan pengembangan potensi daerah, khususnya sektor garam yang selama ini dinilai cukup menjanjikan.

“Pemerintah pusat datang langsung melihat kondisi di lapangan, tentu ini menjadi peluang besar bagi Sambas untuk menunjukkan potensi yang kita miliki, terutama pengembangan garam di wilayah Paloh,” ujar Hendy Wijaya, Kamis 23 April 2026.

Menurut Hendy, kawasan pesisir Paloh memiliki karakteristik yang mendukung untuk pengembangan produksi garam. Dengan dukungan kebijakan dan infrastruktur yang memadai, sektor tersebut diyakini mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Potensi garam di Paloh ini sangat besar. Tinggal bagaimana nanti pengembangannya bisa didukung secara terpadu, baik dari sisi teknologi, infrastruktur maupun akses pasar,” katanya.

Ia berharap hasil kunjungan lapangan tersebut dapat menjadi dasar lahirnya program konkret dari pemerintah pusat untuk mendukung pengembangan kawasan pesisir dan perbatasan di Kabupaten Sambas.

“Kami tentu berharap ada tindak lanjut nyata setelah peninjauan ini, sehingga potensi yang dimiliki daerah benar-benar bisa berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *