DPRD Sambas

Wakil Ketua DPRD Sambas Ferdinan Desak Pertamina Bertindak Tegas Atasi Kelangkaan Solar Subsidi

×

Wakil Ketua DPRD Sambas Ferdinan Desak Pertamina Bertindak Tegas Atasi Kelangkaan Solar Subsidi

Sebarkan artikel ini
Ferdinan Syolihin
Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinan Syolihin, S.E., M.E.

SAMBAS, JEJARING KALBAR, – Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinan Syolihin mendesak Pertamina Regional Kalbar segera mengambil langkah tegas mengatasi kelangkaan solar subsidi yang semakin parah di Kabupaten Sambas. Hal ini berdasarkan aduan beberapa sopir yang datang ke rumahnya, Selasa 19 Mei 2026.

Menurut Ferdinan, kondisi tersebut telah menyulitkan masyarakat kecil, terutama sopir-sopir truk angkutan yang menggantungkan aktivitas kerja mereka pada ketersediaan BBM subsidi.

“Kelangkaan solar subsidi ini sudah sangat meresahkan. Sopir-sopir harus antre berjam-jam, bahkan ada yang sampai meninggalkan kendaraan semalaman di bahu jalan demi mendapatkan solar. Itupun belum tentu kebagian,” ujarnya.

Ia menyoroti ironi di lapangan, di mana solar subsidi yang seharusnya dijual dengan harga resmi sekitar Rp6.800 per liter justru melambung di tingkat eceran hingga Rp15 ribu sampai Rp17 ribu per liter. Sementara itu, Dex non subsidi juga dinilai terlalu tinggi sehingga memberatkan para sopir angkutan untuk beralih.

“Kondisi ini sangat memberatkan rakyat kecil. Di satu sisi solar subsidi sulit didapat, di sisi lain harga eceran melonjak hampir dua kali lipat,” tegasnya.

Tak hanya berdampak pada sektor transportasi dan ekonomi masyarakat, antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU juga memicu kemacetan dan mengganggu aktivitas publik. Banyak truk terpaksa parkir di bahu jalan untuk mengantre BBM, terutama pada jam-jam sibuk.

“Antrean kendaraan ini menyebabkan kemacetan pada waktu berangkat dan pulang sekolah, jam masyarakat berangkat dan pulang kerja, bahkan mengganggu aktivitas ibadah. Situasi di lapangan sudah sangat rumit,” katanya.

Ferdinan meminta Pertamina Regional Kalbar segera melakukan evaluasi distribusi BBM subsidi di Kabupaten Sambas, termasuk menelusuri kemungkinan adanya penyimpangan distribusi di lapangan.

Ia juga mendorong adanya langkah cepat berupa penambahan pasokan serta pengawasan ketat agar solar subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.

“BBM subsidi ini diperuntukkan bagi rakyat kecil. Negara tidak boleh kalah dalam menjamin distribusinya tetap tepat sasaran,” pungkasnya. *** (Yak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *