Mempawah

Ternyata Ini Penyebab Ruko Kosong di Jalan Seliung Pinyuh Kebakaran

×

Ternyata Ini Penyebab Ruko Kosong di Jalan Seliung Pinyuh Kebakaran

Sebarkan artikel ini
Puing kebakaran ruko kosong di Jalan Seliung, Pinyuh, Kabupaten Mempawah.
Puing kebakaran ruko kosong di Jalan Seliung, Pinyuh, Kabupaten Mempawah.

MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Ruko kosong di Jalan Raya Seliung, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, kebakaran pada Senin malam (20/4/2026) sekitar pukul 21.20 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bagian belakang bangunan mengalami kerusakan.

Kapolsek Sungai Pinyuh, Setyadi, mengatakan ruko tersebut milik Amiau (82), yang selama ini dikenal sebagai pemilik Warkop Sinar Pagi. Saat kejadian, bangunan difungsikan sebagai gudang dan dalam kondisi kosong.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh karyawan warkop setempat setelah melihat kepulan asap. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pemilik, yang selanjutnya menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Sekitar pukul 21.35 WIB, petugas pemadam tiba di lokasi dan api berhasil dipadamkan pada pukul 21.45 WIB. Situasi selama proses pemadaman berlangsung aman dan kondusif,” ujar AKP Setyadi.

Ia menjelaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari sisa pembakaran sampah di area belakang bangunan yang masih menyisakan api.

Sejumlah armada pemadam dikerahkan dalam penanganan kejadian tersebut, terdiri dari unit BPBD Mempawah, BPAS Sungai Pinyuh, serta bantuan dari sejumlah relawan pemadam lainnya. Aparat kepolisian juga melakukan pengamanan lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Sementara itu, Edwin, pemilik usaha Dunia Mika yang berada di samping lokasi ruko yang kebakaran mengaku sempat membakar sampah pada sore hari sebelum kejadian.

“Saya bakar sampah sekitar jam 3 sore. Waktu tutup jam 6 sudah disiram dan tidak ada tanda-tanda api. Bahkan jam 7 malam saya sempat kembali, kondisi masih aman,” katanya.

Ia menduga api kemungkinan berasal dari sisa pembakaran yang belum sepenuhnya padam, lalu merembet ke belakang bangunan di samping yang berbahan kayu.

“Bangunan di samping itu dari kayu dan memang kosong, hanya gudang. Syukurlah tidak merembet ke bangunan lain, hanya bagian dinding saja yang terbakar,” tambahnya.

Edwin juga menyebut proses pemadaman berlangsung relatif cepat karena api tidak sempat membesar. Pendinginan diperkirakan berlangsung sekitar 30 menit. *** (Bung Ranie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *