SAMBAS, Jejaring Kalbar – Dinas Perikanan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (PPKH) Kabupaten Sambas mengimbau masyarakat untuk tidak mencemari Sungai Sambas dan sungai-sungai lainnya yang menjadi sumber kehidupan masyarakat serta habitat berbagai jenis ikan dan biota perairan.
Kepala Dinas PPKH Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya, mengatakan sungai memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat Sambas. Selain digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sungai juga menjadi tempat masyarakat mencari nafkah melalui kegiatan penangkapan ikan dan udang.
“Jangan sampai kita merusak sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat. Banyak warga yang menggantungkan penghasilannya dari hasil tangkapan ikan dan udang di sungai. Jika kualitas air menurun akibat pencemaran, maka yang paling terdampak adalah masyarakat itu sendiri,” ujar Hendy Wijaya.
Menurutnya, pencemaran sungai dapat berasal dari berbagai aktivitas, mulai dari pembuangan sampah rumah tangga, limbah usaha, hingga kebiasaan membuang bahan-bahan yang berpotensi merusak kualitas air. Dampaknya tidak hanya mengganggu ekosistem perairan, tetapi juga mengancam keberlangsungan populasi ikan yang menjadi sumber ekonomi masyarakat.
“Ketika sungai tercemar, ikan akan berkurang, habitatnya rusak, dan produktivitas perikanan menurun. Kondisi ini tentu merugikan nelayan sungai dan masyarakat yang selama ini memanfaatkan sumber daya perairan sebagai penopang ekonomi keluarga,” katanya.
Hendy menegaskan bahwa menjaga kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai harus terus ditanamkan sejak dini agar lingkungan perairan tetap sehat dan produktif.
“Kita ingin Sungai Sambas tetap menjadi sumber pangan, sumber ekonomi, dan sumber kehidupan bagi masyarakat. Karena itu, mari bersama-sama menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah maupun limbah yang dapat mencemari lingkungan perairan,” ajaknya.
Ia juga berharap semakin banyak komunitas, kelompok nelayan, pelajar, dan masyarakat umum yang terlibat dalam kegiatan pelestarian lingkungan, seperti gotong royong membersihkan sungai dan kampanye menjaga kualitas perairan. Menurutnya, langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan sumber daya perikanan di Kabupaten Sambas.
“Kalau sungai bersih dan ekosistemnya terjaga, ikan akan tetap tersedia, masyarakat bisa terus mencari nafkah, dan generasi mendatang juga masih bisa menikmati manfaat dari kekayaan sumber daya perairan yang kita miliki saat ini,” pungkasnya. ***












