SAMBAS, JEJARING KALBAR– Kabupaten Sambas hingga pertengahan Mei 2026 masih tercatat bebas dari kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengingatkan peternak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang Iduladha, Rabu 13 Mei 2026.
Berdasarkan laporan pengendalian dan penanggulangan PMK Provinsi Kalimantan Barat per 13 Mei 2026, kasus PMK di Kalbar hanya ditemukan di Kota Pontianak, sementara Sambas masih zero kasus.
Sekretaris Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Junihardy mengatakan kondisi tersebut harus tetap dijaga dengan memperketat pengawasan kesehatan hewan ternak.
“Alhamdulillah sampai saat ini di Kabupaten Sambas masih belum ditemukan kasus PMK. Namun kami tetap mengimbau peternak agar waspada dan menjaga kesehatan ternaknya,” ujarnya.
Ia mengatakan, mobilitas ternak menjelang Iduladha menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit hewan.
Menurutnya, peternak diminta segera melapor apabila menemukan gejala PMK pada ternak seperti demam, luka pada mulut, keluar air liur berlebihan hingga pincang.
Selain pengawasan, Dinas PPKH Sambas juga terus melaksanakan vaksinasi PMK. Dari target 800 dosis vaksin yang diterima Kabupaten Sambas, hingga 12 Mei 2026 realisasi vaksinasi telah mencapai 400 dosis atau 50 persen.
Junihardy menambahkan, pihaknya akan terus melakukan edukasi kepada peternak serta mempercepat vaksinasi guna mempertahankan status bebas PMK di Kabupaten Sambas. ***












