MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, SMAN 1 Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, menggelar berbagai kegiatan lomba dan bakti sosial di sekolah selama dua hari, Senin dan Selasa 20-21 April 2026.
Kepala SMAN 1 Sungai Pinyuh, Ismail, mengatakan rangkaian kegiatan diawali dengan aksi sosial berupa donor darah yang melibatkan dewan guru, peserta didik, serta masyarakat sekitar.
“Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2026, kegiatan kita laksanakan selama dua hari. Tanggal 20 kemarin ada bakti sosial berupa donor darah yang melibatkan dewan guru dan peserta didik, serta mengajak warga sekitar Sungai Pinyuh. Ada juga partisipasi dari Polsek, Koramil, kelurahan, dan beberapa sekolah yang kita undang,” ujarnya.
Selain donor darah, pada hari pertama juga digelar berbagai perlombaan, seperti kuis antar kelas yang diikuti perwakilan siswa. Peserta yang menang melanjutkan ke babak berikutnya. Kegiatan lain yang dilaksanakan yakni lomba poster digital.
Memasuki hari kedua, kegiatan diisi dengan lomba story telling yang mengangkat kisah perempuan inspiratif, baik dari Indonesia maupun tokoh dunia. Selain itu, digelar pula fashion show busana tradisional.
Ismail menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini sekaligus menanamkan nilai kesetaraan gender sejak dini kepada para siswa.
“Semua ini untuk mengingat kembali perjuangan Kartini, serta membangun kemandirian perempuan Indonesia ke depan. Kita ingin nilai kesetaraan gender sudah ditanamkan sejak dini kepada anak-anak,” katanya.
Seorang siswi kelas XI D, Carissa Ivana Belva, menilai peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.
“Hari Kartini ini mengingatkan kembali bahwa laki-laki dan perempuan harus memiliki kesetaraan gender. Laki-laki maupun perempuan berhak mendapatkan hak yang sama, terutama di bidang pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perempuan juga memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam kemajuan bangsa.
“Ini juga untuk membuktikan bahwa perempuan bisa lebih cakap dalam memajukan bangsa ini,” tambahnya.
Menurut Carissa, peringatan Hari Kartini di sekolah umumnya identik dengan kegiatan fashion show yang menampilkan busana tradisional, khususnya budaya Jawa.
“Biasanya diperingati dengan fashion show, baju-baju budaya Jawa karena Kartini berasal dari Jawa, seperti kebaya,” tuturnya. *** (Bung Ranie)












